Jelajah Asia dan Afrika: Bayern, Dortmund, dan RB Leipzig Siapkan Tur Pramusim 2026
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich akan menggelar tur pramusim di Korea Selatan dan Hong Kong pada awal Agustus 2026, termasuk laga uji coba melawan Aston Villa.
- Borussia Dortmund memilih Jepang sebagai destinasi pramusim dengan dua pertandingan di Osaka dan Tokyo pada akhir Juli hingga awal Agustus.
- RB Leipzig telah lebih dulu mengakhiri musim lalu dengan tur ke Afrika Selatan, kalah 3-1 dari Mamelodi Sundowns pada akhir Mei.

Tiga raksasa Bundesliga, Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig, telah mengumumkan rencana tur pramusim mereka untuk musim panas 2026. Bayern akan menyambangi Korea Selatan dan Hong Kong, Dortmund memilih Jepang, sementara Leipzig telah lebih dulu menggelar tur ke Afrika Selatan pada akhir musim lalu. Langkah ini tidak hanya menjadi bagian dari persiapan fisik dan taktik, tetapi juga strategi ekspansi merek di pasar Asia dan Afrika yang semakin potensial.
Bayern Munich dijadwalkan terbang ke Jeju, Korea Selatan, pada 1 Agustus 2026, sebelum bertolak ke Hong Kong. Selama seminggu, mereka akan menjalani dua laga uji coba: melawan Jeju SK pada 4 Agustus dan Aston Villa pada 7 Agustus. Ini bukan kali pertama Bayern melawat ke Korea Selatan; pada 2024 mereka sukses mengalahkan Tottenham Hotspur dalam tur serupa. Bagi penggemar sepak bola di Asia, kehadiran klub sekelas Bayern menjadi tontonan langka yang selalu dinanti.
Borussia Dortmund memilih rute yang tak kalah menarik. Mereka akan mendarat di Jepang pada 26 Juli dan menginjakkan kaki di Osaka serta Tokyo. Dua pertandingan telah dijadwalkan: melawan Cerezo Osaka pada 29 Juli dan FC Tokyo pada 1 Agustus. Jepang merupakan pasar yang sangat strategis bagi Dortmund, mengingat basis penggemar yang besar dan hubungan historis dengan pemain-pemain Jepang seperti Shinji Kagawa. Tur ini diharapkan memperkuat ikatan dengan komunitas sepak bola setempat.
Sementara itu, RB Leipzig telah menyelesaikan tur mereka ke Afrika Selatan pada akhir Mei 2026. Dalam satu-satunya pertandingan, mereka takluk 3-1 dari Mamelodi Sundowns. Meski hasilnya kurang memuaskan, tur ini menjadi ajang promosi Bundesliga di benua Afrika yang jarang tersentuh klub-klub top Eropa. Leipzig menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada pasar Asia, tetapi juga ingin menjangkau penggemar di kawasan lain.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, tur-tur ini memberikan peluang untuk menyaksikan langsung aksi para bintang Bundesliga. Meski Indonesia belum menjadi destinasi, kedekatan geografis dengan Asia Timur membuat turnya tetap relevan. Penggemar dapat merencanakan perjalanan ke Korea Selatan, Hong Kong, atau Jepang untuk menonton laga pramusim. Selain itu, siaran langsung pertandingan-pertandingan ini kemungkinan besar akan tersedia di platform streaming, sehingga penggemar di Tanah Air tetap bisa mengikuti.
Menurut analis pemasaran olahraga, tur pramusim ke Asia dan Afrika bukan sekadar agenda latihan. โIni adalah investasi jangka panjang untuk membangun loyalitas merek di pasar yang sedang tumbuh,โ ujar seorang pakar industri. Dengan basis penggemar yang besar dan daya beli yang meningkat, kawasan Asia menjadi target utama klub-klub Eropa. Bundesliga, yang selama ini kalah populer dibanding Premier League di Asia, mulai gencar melakukan penetrasi melalui tur semacam ini.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah klub-klub Bundesliga lainnya akan mengikuti jejak Bayern, Dortmund, dan Leipzig. Dengan persaingan global yang semakin ketat, agresivitas dalam menjaring penggemar baru menjadi kunci. Akankah Indonesia suatu hari masuk dalam daftar destinasi tur pramusim klub-klub top Jerman? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun tren saat ini menunjukkan bahwa Asia dan Afrika akan terus menjadi fokus utama ekspansi Bundesliga.



