Arsenal Incar John Stones Gratis di Tengah Cedera Saliba: Reuni dengan Arteta?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal memulai negosiasi dengan John Stones, bek tengah berstatus bebas transfer setelah kontraknya di Manchester City berakhir.
- Cedera punggung William Saliba yang memerlukan operasi membuat Arsenal bergerak cepat mencari pengganti di lini belakang.
- Hubungan Stones dengan agen yang sama dengan Mikel Arteta memudahkan proses negosiasi, meski gaji tinggi dan riwayat cedera menjadi risiko.

Arsenal dikabarkan telah memulai pembicaraan dengan John Stones, bek tengah yang baru saja meninggalkan Manchester City sebagai agen bebas, menyusul kekhawatiran atas cedera punggung William Saliba yang mungkin memerlukan operasi.
Stones, yang genap berusia 32 tahun pada Mei lalu, resmi berpisah dengan City setelah kontraknya habis pada akhir Juni 2026. Selama satu dekade di Etihad, ia mengoleksi enam gelar Premier League, lima Piala EFL, satu trofi Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, Piala Super UEFA, dan dua Community Shield. Namun, dua musim terakhir ia kerap diganggu cedera—hanya bermain 439 menit di Premier League musim lalu—sehingga City tidak memperpanjang kontraknya.
Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal sudah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Stones. Manajer Mikel Arteta disebut sangat menginginkan pemain yang bisa bermain di dua posisi: bek tengah dan bek kanan. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah, apalagi dengan situasi Saliba yang belum jelas. Bek muda Prancis itu dikabarkan mengalami cedera punggung serius dan terancam menjalani operasi yang bisa membuatnya absen hingga akhir 2026.
Stones sebenarnya masih dipanggil Thomas Tuchel ke skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, di mana ia tampil lima kali dan mencatat rata-rata 6,0 kontribusi defensif per 90 menit—tertinggi ketiga di tim. Namun, setelah Inggris tersingkir di semifinal, Stones kini harus menentukan klub baru untuk musim 2026-27. Arsenal muncul sebagai kandidat terdepan setelah dikabarkan melakukan pendekatan sejak akhir pekan lalu.
Kedatangan Stones bisa menjadi solusi jangka pendek yang solid, tetapi juga membawa risiko. Selain riwayat cedera, ia sudah memasuki usia 32 tahun dan mungkin menuntut gaji tinggi. Di sisi lain, kehadirannya bisa memicu persaingan dengan Ben White yang empat tahun lebih muda. Namun, hubungan baik dengan Arteta sejak sama-sama di City dan kemudahan negosiasi karena status bebas transfer membuat langkah ini cukup realistis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menarik perhatian. Jika Stones resmi bergabung, ia akan menjadi tambahan pengalaman di lini belakang yang tengah dilanda cedera. Namun, akankah ia mampu mengembalikan performa terbaiknya dan membawa The Gunners bersaing di papan atas? Atau justru menjadi beban karena gaji besar dan cedera berkepanjangan? Keputusan akhir Stones diharapkan segera setelah ia kembali dari liburan singkatnya.



