Komisi I DPR Restui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia, Nilainya Rp1,1 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Komisi I DPR menyetujui hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia senilai 54 juta euro atau sekitar Rp1,1 triliun.
- Kapal sepanjang 180 meter ini mampu mengangkut 550 personel dan pesawat lepas landas pendek/vertikal, memperkuat armada TNI AL.
- Hibah ini dinilai lebih efisien karena tidak membebani APBN pengadaan dan mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan.

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan lampu hijau atas rencana hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kapal perang bernilai 54 juta euro, setara sekitar Rp1,1 triliun, itu disetujui dalam rapat pleno yang digelar Senin (20/7/2026) dengan dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan.
Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, membacakan persetujuan tersebut di hadapan peserta rapat. Ia merujuk pada surat Menteri Pertahanan kepada Ketua DPR bernomor B/1845/m/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026. โKomisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk, Italian Ship Giuseppe Garibaldi, senilai 54.022.426,67 sen euro dari pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI,โ ujar Utut dalam rapat.
Proses hibah ini berawal dari surat Representative of The Italian Coordination Committee Ministry of Defense of Italian Republic pada 8 Mei 2026 yang menyampaikan persetujuan Parlemen Italia. Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemhan, Hendrikus Haris Haryanto, menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan kemudian melakukan kajian teknis yang dituangkan dalam Surat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Nomor R/328/V/2026 tanggal 26 Mei 2026. Kajian itu memastikan kapal tersebut layak dan sesuai dengan kebutuhan pertahanan maritim Indonesia.
Giuseppe Garibaldi memiliki spesifikasi yang mengesankan: panjang 180 meter, lebar 33 meter, draft 8,2 meter, dan displacement sekitar 13,8 ton. Kapal ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 30 knot dan kecepatan jelajah 20 knot, didukung oleh empat sistem propulsi gas turbin LM2500. Dengan kapasitas kru 550 personel, kapal induk ini dapat mengoperasikan helikopter maupun pesawat yang memiliki kemampuan short take-off atau vertical landing (STOVL).
Menurut Haris, penerimaan hibah ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia. โPenerimaan hibah ini juga mempunyai makna untuk efisiensi bagi negara, di mana mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN pengadaan, serta memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan,โ katanya. Dengan kata lain, Indonesia tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan kapal induk yang biasanya memakan waktu dan biaya besar dalam proses pengadaan baru.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut. Di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik, kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi diyakini akan meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan dan respons cepat dalam operasi militer maupun bantuan kemanusiaan. Indonesia selama ini mengandalkan kapal-kapal perang yang lebih kecil, sehingga penambahan kapal induk ini menjadi lompatan signifikan.
Namun, tantangan ke depan adalah kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung, seperti pangkalan dan fasilitas perawatan. Apakah TNI AL mampu mengoperasikan dan merawat kapal induk sebesar ini secara mandiri? Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu langkah konkret dari pemerintah dan institusi terkait.



