Patrick Tse Tutup Usia di 89 Tahun, Legenda Layar Perak Hong Kong Berpulang
Baca dalam 60 detik
- Aktor kawakan Hong Kong, Patrick Tse, meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah kesehatannya menurun.
- Kariernya membentang lebih dari tujuh dekade, dari debut tahun 1952 hingga meraih penghargaan aktor terbaik di usia 85 tahun.
- Kepergiannya meninggalkan jejak besar di industri perfilman Asia, menginspirasi generasi sineas dan penggemar di kawasan, termasuk Indonesia.

Patrick Tse, aktor dan sutradara legendaris Hong Kong yang namanya melegenda di industri perfilman Asia, mengembuskan napas terakhir pada usia 89 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh kedua anaknya, Nicholas Tse dan Jennifer Tse, melalui unggahan di media sosial pada Senin (20/7).
Dalam pernyataan yang dirilis di Instagram, Jennifer Tse mengungkapkan bahwa sang ayah meninggal dengan tenang di rumah sakit, dikelilingi oleh keluarga setelah mengalami penurunan kesehatan dalam beberapa waktu terakhir. "Dengan kesedihan yang mendalam, keluarga kami mengumumkan kepergian ayah tercinta, Patrick Tse. Ia pergi dengan damai, dikelilingi cinta keluarga," tulisnya. Jennifer juga menggambarkan ayahnya sebagai sosok yang selalu membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya dan menyebut kontribusinya terhadap sinema Hong Kong telah menyentuh banyak generasi.
Nicholas Tse, yang juga seorang aktor dan penyanyi terkenal, menyampaikan penghormatan dalam bahasa Kanton. Ia mengingat pesan sang ayah yang selalu ia pegang: "Pertunjukan harus terus berjalan." Nicholas mengajak publik untuk mengingat Patrick Tse sebagai sosok karismatik yang selalu tersenyum dan memberikan yang terbaik di setiap perannya. "Yang perlu kita lakukan adalah menyimpan dalam hati citranya sebagaimana adanyaโselalu karismatik, selalu tersenyum, selalu dalam performa terbaiknya," tulis Nicholas.
Karier Patrick Tse membentang lebih dari tujuh dekade. Ia dikenal luas melalui peran-peran romantis, komedi, film laga, dan drama televisi. Beberapa karyanya yang ikonik antara lain Swordsman Siu Sap Yat Long (1978) dan The Shell Game (1980). Pada 2022, di usia 85 tahun, ia membuktikan bahwa bakatnya tak pernah pudar dengan memenangkan penghargaan Aktor Terbaik berkat aktingnya sebagai pembunuh bayaran pensiunan dalam film komedi gelap Time. Kemenangan itu menjadikannya penerima tertua Hong Kong Film Award untuk kategori tersebut.
Bagi pencinta film di Indonesia, nama Patrick Tse mungkin tidak asing. Film-filmnya sering tayang di stasiun televisi lokal pada era 1980-an dan 1990-an, memperkenalkan sinema Hong Kong kepada penonton Tanah Air. Kepergiannya menandai berakhirnya era keemasan perfilman Hong Kong yang telah memberikan warna tersendiri bagi industri hiburan Asia. Warisannya, baik sebagai aktor maupun sutradara, akan terus dikenang dan dipelajari oleh generasi sineas muda, termasuk di Indonesia yang memiliki ikatan kuat dengan budaya pop Hong Kong.
Setelah kemenangan besarnya pada 2022, Patrick Tse memilih untuk menjauh dari sorotan publik dan tidak menerima proyek akting baru. Penampilan terakhirnya yang dilaporkan media Hong Kong The Standard adalah pada akhir April, saat ia terlihat minum kopi bersama teman-teman di sebuah kafe. Meskipun kondisi fisiknya tampak menurun, ia tetap tersenyum dan berpose untuk foto bersama penggemar. Kini, industri perfilman Asia kehilangan salah satu bintang paling cemerlang. Pertanyaannya, siapa yang akan meneruskan warisan dedikasi dan semangatnya di tengah gempuran industri hiburan modern?



