Julianne Moore: Gloria Steinem Memberi Cetak Biru Kehidupan Saya
Baca dalam 60 detik
- Aktris peraih Oscar, Julianne Moore, mengenang mendiang aktivis feminis Gloria Steinem sebagai panutan yang memberinya arahan hidup saat mendalami perannya di film The Glorias.
- Steinem, yang wafat di usia 92 tahun, meninggalkan warisan perjuangan hak perempuan yang menginspirasi banyak orang, termasuk melalui karya jurnalistik dan pendirian majalah Ms.
- Kepergian Steinem menandai akhir era, namun pesan inklusivitas dan kemanusiaannya dinilai akan terus relevan, termasuk bagi gerakan kesetaraan gender di Indonesia.

Julianne Moore, aktris pemenang Oscar, menyampaikan penghormatan terakhirnya untuk Gloria Steinem, ikon feminis Amerika yang meninggal dunia pada Rabu (2/9) di kediamannya di New York. Dalam unggahan emosional di Instagram, Moore mengungkapkan bahwa mempelajari kehidupan Steinem untuk film biopik The Glorias (2020) telah memberinya 'cetak biru' tentang cara menjalani hidup.
Steinem, yang wafat di usia 92 tahun, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam gerakan perempuan Amerika. Kariernya dimulai sebagai jurnalis pada 1960-an, dengan salah satu liputan terkenalnya adalah menyamar sebagai 'Playboy Bunny' pada 1963 untuk mengungkap kondisi kerja di klub tersebut. Ia kemudian mendirikan majalah Ms., yang menjadi corong penting feminisme gelombang kedua, serta ikut mendirikan National Women's Political Caucus dan Women's Media Center bersama Jane Fonda dan Robin Morgan.
Bagi Moore, yang memerankan Steinem di usia dewasa dalam film arahan Julie Taymor, pengalaman mendalami sosok Steinem adalah salah satu periode paling mencerahkan dalam hidupnya. "Semua yang saya tonton, baca, dan amati tentang dirinya memberi saya template tentang bagaimana saya ingin bersikap," tulis Moore. Ia memuji kejujuran, toleransi, dan penekanan Steinem pada humanisme serta inklusi sebagai 'peta moral' bagi semua orang.
Film The Glorias sendiri menggunakan empat aktris untuk menggambarkan Steinem pada fase hidup yang berbeda, sebuah pendekatan naratif yang menuai pujian. Selain Moore, film tersebut juga menampilkan Bette Midler sebagai Bella Abzug, Janelle Monáe sebagai Dorothy Pitman Hughes, dan Lorraine Toussaint sebagai Florynce Kennedy. Film ini tayang perdana di Sundance Film Festival 2020 sebelum dirilis secara digital di tengah pandemi Covid-19.
Pengaruh Steinem melampaui layar lebar. Ia juga diperankan oleh Rose Byrne dalam serial FX Mrs. America (2020) yang mengisahkan perjuangan Amandemen Hak Setara. Pernyataan resmi dari Gloria Steinem Foundation menyebut bahwa keistimewaan terbesar Steinem adalah kemampuannya mendengarkan orang lain dan membuat mereka merasa dilihat serta didengar. "Kata-kata, tindakan, dan teladannya memberi izin kepada orang untuk menjadi diri mereka yang paling autentik," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Di tengah duka ini, Moore tengah sibuk mempromosikan film musikal komedi terbarunya, The Debut, karya Jesse Eisenberg yang tayang di Telluride Film Festival pekan ini. Karier Moore sendiri telah membentang puluhan tahun dengan deretan film seperti Boogie Nights, Far from Heaven, dan Still Alice yang membuatnya meraih Oscar untuk kategori aktris terbaik.
Bagi Indonesia, kepergian Steinem menjadi pengingat bahwa perjuangan kesetaraan gender masih panjang. Meski gerakan feminis di tanah air memiliki konteks budaya yang berbeda, nilai-nilai yang diperjuangkan Steinem—seperti inklusivitas dan keberanian menyuarakan kebenaran—tetap relevan. Pertanyaannya, siapa yang akan meneruskan estafet perjuangan ini di tengah tantangan zaman yang kian kompleks?



