Anne Hathaway Bocorkan Terobosan Cerita The Princess Diaries 3, Sekuel yang Dinanti
Baca dalam 60 detik
- Anne Hathaway mengonfirmasi adanya terobosan signifikan dalam naskah The Princess Diaries 3 setelah versi sebelumnya dibuang.
- Sutradara Adele Lim ingin menghadirkan film yang berfokus pada pemberdayaan ratu, bukan sekadar putri.
- Penggemar di Indonesia yang tumbuh bersama franchise ini bisa berharap pada sekuel yang lebih dewasa dan relevan.

Anne Hathaway, pemeran utama Mia Thermopolis, mengumumkan bahwa tim produksi The Princess Diaries 3 akhirnya menemukan terobosan cerita yang dianggap tepat. Dalam wawancara dengan SiriusXM's Radio Andy, aktris berusia 43 tahun itu mengungkapkan bahwa naskah sebelumnya telah dirombak total dan versi baru dinilai jauh lebih menjanjikan.
“Saya sedang sibuk menyambut anak ketiga, jadi jadwal syuting masih belum pasti. Tapi saya rasa kami sudah menemukan terobosan cerita. Kami bergerak ke arah yang benar,” ujar Hathaway. Ia menambahkan bahwa meskipun penggemar mungkin kecewa karena harus menunggu lebih lama, tim yakin pendekatan baru ini akan menghasilkan film yang layak ditunggu.
Proyek sekuel ketiga ini sempat mandek setelah naskah awal dianggap kurang memuaskan. Namun, dengan bergabungnya sutradara Adele Lim—yang dikenal lewat Crazy Rich Asians—proyek kembali bergerak. Lim menyatakan ambisinya untuk menghadirkan “wish fulfilment for queens”, berbeda dari kebanyakan film yang hanya berfokus pada putri. “Kami ingin menunjukkan perempuan dalam kekuasaan penuhnya,” kata Lim kepada Variety.
Penulis novel asli, Meg Cabot, juga memberikan dukungan. Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, ia mengaku sangat antusias dan sudah membaca satu versi naskah yang menurutnya “luar biasa”. Cabot bahkan meminta tim tidak mengirimkan revisi lagi karena ia terlalu menyukai versi tersebut. “Ada beberapa elemen dari buku yang masuk dalam naskah terakhir yang saya baca,” tambahnya.
Produser Debra Martin Chase, yang terlibat sejak film pertama, menegaskan komitmen tim. “Kami lebih dari sekadar optimistis. Kami bergerak ke arah itu. Banyak pekerjaan dasar yang sudah dilakukan. Kami tadinya berharap bisa syuting tahun ini, tapi tetap akan kami wujudkan,” ujarnya kepada People. Chase juga mengapresiasi antusiasme penggemar yang terus mendorong semangat tim.
Bagi penggemar di Indonesia, The Princess Diaries bukan sekadar film remaja biasa. Franchise ini menjadi bagian dari kenangan generasi 2000-an yang tumbuh dengan kisah Mia Thermopolis—dari gadis biasa menjadi putri, lalu ratu. Sekuel ketiga yang menjanjikan cerita lebih dewasa dan relevan dengan isu pemberdayaan perempuan tentu dinantikan. Apalagi, dengan pendekatan Adele Lim yang dikenal mampu menyajikan narasi inklusif dan berbudaya, ada harapan film ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberi pesan kuat bagi penonton dewasa muda.
Meski jadwal syuting belum diumumkan, kombinasi antara antusiasme Hathaway, keyakinan Chase, dan visi Lim membuat prospek The Princess Diaries 3 semakin cerah. Pertanyaan besarnya: akankah film ini mampu memenuhi ekspektasi penggemar yang sudah menanti selama hampir dua dekade? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi tanda-tanda awal menunjukkan bahwa kerajaan Genovia mungkin akan segera kembali beraksi.



