Sacha Baron Cohen Hidupkan Kembali Ali G Lewat Film Baru pada Oktober 2026
Baca dalam 60 detik
- Sacha Baron Cohen akan merilis film fitur 'Ali G: Who Iz I?' pada 23 Oktober 2026 melalui Amazon MGM Studios, sekaligus menjadi debut penyutradaraannya.
- Karakter Ali G yang pertama kali muncul di awal 2000-an kembali dihidupkan setelah Cohen diam-diam menyelesaikan syuting, proyek ini sudah digarap sejak sebelum mogok kerja penulis Hollywood 2023.
- Kembalinya Ali G menandai tren kebangkitan karakter satir ikonik di era streaming, yang bisa menjadi pelajaran bagi industri kreatif Indonesia dalam mengelola warisan komedi lintas generasi.

Sacha Baron Cohen, aktor dan komedian asal Inggris, dipastikan akan menghadirkan kembali karakter ikoniknya, Ali G, dalam sebuah film fitur berjudul Ali G: Who Iz I? yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Oktober 2026. Film ini akan didistribusikan oleh Amazon MGM Studios dan sekaligus menjadi debut penyutradaraan bagi Cohen.
Pengumuman tersebut disertai dengan unggahan video di media sosial, di mana Cohen—dalam karakter Ali G—menyebut film ini sebagai "dokumenter tentang diriku" dan mengklaim film tersebut mengandung "setidaknya dua kali lebih banyak seks binatang" dibanding film dokumenter tentang penguin. Gaya bicara khas Ali G yang campur aduk antara slang jalanan dan logat Staines, Inggris, langsung memicu gelak tawa para penggemar setianya.
Ali G pertama kali muncul di stasiun televisi Channel 4 dalam acara The 11 O'clock Show pada akhir 1990-an, sebelum mendapatkan acara spesial sendiri, Da Ali G Show, di awal 2000-an. Karakter ini dikenal karena wawancara kocak dengan tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump sebelum ia menjabat. Kini, setelah lebih dari dua dekade, Ali G kembali dengan format film layar lebar.
Menurut laporan Deadline, proyek ini telah dalam pengembangan sejak sebelum mogok kerja penulis Hollywood pada 2023. Cohen dikabarkan telah menyelesaikan syuting secara diam-diam, dan film tersebut akan menjadi debut penyutradaraannya. Sebelumnya, Cohen telah sukses dengan film-film satir seperti Borat (2006) dan sekuelnya Borat Subsequent Moviefilm (2020), yang juga menggunakan pendekatan wawancara klandestin untuk mengkritik isu sosial dan politik.
Kembalinya Ali G juga telah diuji coba dalam beberapa penampilan singkat. Pada 2023, Cohen secara mengejutkan muncul sebagai Ali G di The Comedy Store di Sydney, Australia. Awal bulan ini, ia kembali memerankan karakter tersebut saat mencoba menjual ganja di turnamen tenis Wimbledon, menggambarkan tenis sebagai "versi pingpong yang jelek". Momen-momen ini menjadi pemanasan sebelum peluncuran film penuh.
Bagi industri hiburan Indonesia, kembalinya Ali G memberikan gambaran tentang bagaimana karakter satir lintas generasi bisa tetap relevan di era digital. Di Indonesia, karakter komedi seperti Tukul Arwana atau Sule juga memiliki basis penggemar yang kuat, namun seringkali kesulitan bertransisi ke format film modern. Kesuksesan Cohen menunjukkan pentingnya adaptasi konteks dan penggunaan platform streaming global untuk menjangkau audiens baru.
Selain itu, pendekatan Cohen yang kerap menyamar dan mewawancarai tokoh nyata tanpa sepengetahuan mereka—seperti yang dilakukan dalam Borat—menjadi ciri khas yang sulit ditiru. Namun, dengan meningkatnya kesadaran akan privasi dan regulasi konten di Indonesia, metode serupa mungkin perlu disesuaikan agar tidak melanggar etika jurnalistik atau hukum.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah Ali G yang telah berusia 54 tahun (Cohen) tetap relevan di tengah selera humor generasi Z yang lebih cepat dan terfragmentasi? Atau justru nostalgia akan menjadi daya tarik utamanya? Yang jelas, Oktober 2026 akan menjadi ajang pembuktian apakah karakter rude boy asal Staines ini masih punya tempat di hati penonton global.



