Penampilan Gemilang di Final Piala Dunia: Suporter Juventus Kian Gencar Minta Martinez Direkrut
Baca dalam 60 detik
- Emiliano Martinez tampil impresif dengan 11 penyelamatan di final Piala Dunia 2026 meski Argentina kalah dari Spanyol.
- Penampilan itu memicu gelombang permintaan dari suporter Juventus untuk merekrut kiper Aston Villa tersebut.
- Juventus tengah mencari kiper baru setelah Michele Di Gregorio diperkirakan hengkang, dengan Martinez sebagai kandidat utama.

Kiper Argentina Emiliano Martinez kembali menjadi sorotan setelah penampilan heroiknya di final Piala Dunia 2026, meski timnya harus mengakui keunggulan Spanyol 1-0 melalui babak perpanjangan waktu. Aksi gemilangnya justru memperkuat desakan suporter Juventus agar manajemen klub segera mengamankan jasanya.
Dalam laga yang didominasi Spanyol, Martinez menjadi satu-satunya pemain Argentina yang tampil menonjol. Ia mencatatkan 11 penyelamatan dan mencegah 1,76 gol dari 2,76 xGOT (expected goals on target) yang dilepaskan lawan. Statistik tersebut bahkan membuatnya menjadi pemain Argentina dengan sentuhan bola terbanyak di pertandingan tersebut, sebuah ironi yang menunjukkan betapa sibuknya ia di bawah mistar.
Penampilan Martinez di final langsung memicu reaksi di media sosial. Tagar dan unggahan bernada "Go lock him up" dan "Dibu Martinez come to Juventus" membanjiri linimasa penggemar. Seorang suporter bahkan menyebut penampilan Martinez sebagai bukti bahwa ia layak menjadi rekrutan wajib bagi Juventus musim panas ini. Namun, tidak semua penggemar larut dalam euforia; beberapa mengingatkan bahwa performa gemilang Martinez kerap terjadi saat mengenakan kostum tim nasional, yang mereka ibaratkan seperti "jubah Superman".
Di balik hiruk-pikuk dukungan, rumor transfer Martinez ke Juventus sebenarnya sudah bergulir sejak awal bursa. Juventus dikabarkan tengah mencari kiper baru setelah Michele Di Gregorio diperkirakan akan hengkang. Aston Villa, klub pemilik Martinez, disebut mematok banderol sekitar โฌ10 jutaโangka yang relatif terjangkau untuk kiper sekelasnya. Selain Martinez, nama kiper Tottenham Guglielmo Vicario juga masuk dalam daftar incaran.
Bagi Juventus, merekrut Martinez bisa menjadi langkah strategis jangka panjang. Kiper berusia 33 tahun itu masih berada di puncak performa, terbukti dari konsistensinya di level internasional. Namun, ada catatan penting: Martinez kerap tampil luar biasa bersama Argentina, tetapi belum tentu setajam itu di level klub. Meski demikian, pengalaman dan mental juaranya dianggap sebagai aset berharga untuk memperkuat lini belakang Juventus yang tengah dalam masa transisi.
Dari sisi regulasi, transfer ini juga menarik untuk dicermati. Jika Juventus berhasil mendatangkan Martinez, mereka harus memastikan kepatuhan terhadap aturan Financial Fair Play. Namun, dengan harga yang relatif murah, risiko finansial tampaknya tidak akan menjadi hambatan besar. Keputusan akhir tentu ada di tangan manajemen klub, yang harus mempertimbangkan apakah performa di Piala Dunia cukup menjadi jaminan sukses di Serie A.
Ke depannya, apakah Juventus akan bergerak cepat mengamankan tanda tangan Martinez, atau justru beralih ke target lain? Yang jelas, desakan suporter yang semakin vokal bisa menjadi tekanan tersendiri bagi direksi klub. Jika transfer ini terwujud, Martinez tidak hanya akan menjadi solusi di bawah mistar, tetapi juga simbol ambisi Juventus untuk kembali bersaing di papan atas Eropa.



