Gaji Rp300 M per Tahun: Syarat Guardiola untuk Melatih Italia
Baca dalam 60 detik
- Pep Guardiola meminta gaji tahunan €20 juta untuk menangani Timnas Italia, dua kali lipat dari kemampuan FIGC.
- FIGC hanya mampu menyediakan maksimal €10 juta per tahun, membuat negosiasi hampir buntu.
- Jika gagal, FIGC akan beralih ke kandidat lain seperti Roberto Mancini atau Andrea Pirlo.

Pep Guardiola mematok angka fantastis untuk duduk di kursi pelatih Timnas Italia: €20 juta atau sekitar Rp300 miliar per tahun. Angka itu muncul dalam laporan La Gazzetta dello Sport, yang menyebut Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) hanya mampu menyediakan setengahnya, membuat negosiasi nyaris menemui jalan buntu.
Direktur teknis FIGC, Paolo Maldini, bersama penasihatnya Leonardo, telah terbang ke Barcelona akhir pekan lalu untuk bertemu langsung dengan Guardiola. Namun, hingga kini belum ada jawaban pasti dari pelatih asal Spanyol tersebut. Media Italia sepakat bahwa meyakinkan Guardiola hampir mustahil, terutama karena ia telah menyatakan ingin beristirahat setelah sepuluh tahun menangani Manchester City.
Faktor finansial menjadi batu sandungan utama. Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI), Giovanni Malagò, sebelumnya menyebut FIGC bisa “membuat pengecualian” untuk mengakomodasi gaji Guardiola. Namun, menurut Gazzetta, batas maksimal yang bisa digelontorkan FIGC hanyalah €10 juta per tahun—separuh dari tuntutan Guardiola.
Jika Guardiola menolak, FIGC memiliki opsi lain. Roberto Mancini, yang pernah membawa Italia juara Euro 2020, dan Andrea Pirlo, legenda sepak bola Italia yang kini melatih, masuk dalam daftar kandidat. Namun, Maldini, Malagò, dan Leonardo disebut masih akan mempertimbangkan nama-nama lain sebelum mengambil keputusan final.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga ini menarik karena menunjukkan betapa tingginya standar finansial untuk mendatangkan pelatih top dunia. Timnas Indonesia, yang tengah gencar membenahi sektor kepelatihan, bisa belajar dari kasus ini: bahwa ambisi mendatangkan nama besar harus diimbangi dengan kesiapan anggaran. FIGC sendiri menghadapi dilema serupa—antara gengsi dan realitas keuangan.
Rapat Lega Serie A dijadwalkan berlangsung hari ini di Milan, di mana Malagò, Maldini, dan Leonardo akan mempresentasikan proyek mereka kepada klub-klub Serie A. Namun, tidak ada pengumuman resmi soal pelatih baru yang diharapkan hari ini. Pertanyaan besarnya: akankah Guardiola melunak, atau FIGC harus merelakan mimpinya?



