Tour de France Kehilangan Sprinter Tajam: Tim Merlier Mundur karena Kelelahan
Baca dalam 60 detik
- Sprinter Belgia Tim Merlier mundur dari Tour de France 2025 pada etape 15 akibat kelelahan ekstrem di pegunungan, setelah sebelumnya merebut tiga kemenangan etape.
- Kepergian Merlier menambah daftar panjang pebalap top yang gagal finis, termasuk Jonas Vingegaard yang mengalami patah tulang selangka akibat kecelakaan.
- Remco Evenepoel kini naik ke posisi kedua klasemen, tertinggal lima menit dari Tadej Pogacar, memperketat persaingan menuju Paris.

Tour de France kembali kehilangan salah satu bintangnya. Tim Merlier, sprinter andalan asal Belgia, resmi menghentikan langkahnya pada etape 15, Minggu (20/7), setelah tubuhnya tak lagi mampu menahan beban berat ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia. Meski hanya bertahan hingga pekan ketiga, Merlier meninggalkan jejak yang tak terlupakan: tiga kemenangan etape yang memastikan namanya tercatat sebagai salah satu sprinter paling dominan di edisi tahun ini.
Kabar pengunduran diri Merlier diumumkan langsung oleh timnya, Soudal Quick-Step, melalui akun media sosial X. โSetelah dua pekan balapan yang berat, Tim Merlier meninggalkan Tour de France hari ini. Pebalap Belgia itu memberi kami kenangan tak terlupakan dengan tiga kemenangan etape yang impresif dan menunjukkan semangat juang sejati setiap hari,โ tulis tim dalam pernyataan resmi.
Direktur olahraga Soudal Quick-Step, Davide Bramati, menjelaskan kondisi Merlier kepada situs olahraga Belgia Sporza. Menurut Bramati, Merlier yang berusia 33 tahun mengalami hari yang sangat sulit dan kelelahan luar biasa. โSungguh disayangkan dia harus berhenti, tapi dia tidak dalam kondisi baik. Dia kosong dan tidak bisa menyelesaikan. Mungkin masih ada kemungkinan pada Rabu, tapi dia hanya mengalami hari yang buruk. Dia sudah memberikan segalanya,โ ujar Bramati.
Kepergian Merlier menambah drama pada etape yang sudah penuh kejutan. Sebelumnya, Jonas Vingegaard, juara dua kali Tour de France sekaligus rival terdekat pemimpin balapan Tadej Pogacar, terpaksa mundur setelah mengalami patah tulang selangka akibat kecelakaan 20 kilometer sebelum garis finis. Insiden ini membuka peluang bagi pebalap lain untuk naik ke posisi kedua klasemen.
Etape 15 sendiri dimenangkan oleh Remco Evenepoel, rekan senegara Merlier, yang berhasil mengalahkan Pogacar di akhir balapan. Hasil ini membawa Evenepoel naik ke peringkat kedua klasemen umum, tertinggal lima menit dari Pogacar. Persaingan menuju Paris kini semakin menarik, dengan Evenepoel sebagai ancaman serius bagi dominasi Pogacar.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, dinamika Tour de France kali ini menyajikan tontonan yang mendebarkan. Meski tidak ada pebalap Indonesia yang berpartisipasi, ajang ini tetap menjadi barometer prestasi olahraga dunia yang kerap diikuti oleh komunitas pesepeda Tanah Air. Momentum seperti ini juga sering dimanfaatkan oleh merek-merek sepeda dan perlengkapan olahraga untuk mendekatkan diri dengan konsumen Indonesia yang semakin gemar bersepeda.
Dengan absennya Merlier dan Vingegaard, panggung kini milik Pogacar dan Evenepoel. Akankah Evenepoel mampu memangkas jarak lima menit di pekan terakhir? Atau justru Pogacar akan menunjukkan dominasinya seperti tahun-tahun sebelumnya? Jawabannya akan terungkap dalam etape-etape penuh tantangan menuju Paris.



