Investasi Rp1,2 Triliun di Brebes: Peternakan Sapi Perah Terbesar se-Asia Tenggara Diresmikan
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Jateng bersama Menteri Pertanian meresmikan peternakan sapi perah terpadu senilai Rp1,2 triliun di Brebes, yang akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
- Proyek ini menargetkan penambahan 30.000 ekor sapi perah, mampu memproduksi 180.000 ton susu per tahun dan menutup defisit susu Jateng yang mencapai 22.000 ton per tahun.
- Kehadiran PT Global Dairi Bersama diyakini mendorong Jateng menjadi pusat industri persusuan nasional sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi pedesaan yang inklusif.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Pertanian meresmikan pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Kabupaten Brebes, sebuah proyek senilai Rp1,2 triliun yang diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan susu yang terus meningkat.
Peternakan yang berdiri di atas lahan seluas 710 hektare di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, ini akan menampung sekitar 30.000 ekor sapi perah. Selain kandang, fasilitas yang dibangun mencakup pabrik pengolahan susu, instalasi pengolahan limbah menjadi biogas dan pupuk, serta sentra pakan ternak. Proyek ini digarap oleh PT Global Dairi Bersama, bagian dari Saviora Group, dan ditandai dengan peletakan batu pertama pada Senin (20/7).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan optimismenya bahwa investasi ini akan menutup defisit susu di provinsinya. Saat ini, populasi sapi perah Jateng tercatat 77.566 ekor dengan produksi susu tahunan 78.465 ton, sementara kebutuhan mencapai 94.730 ton. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 22.000 ton per tahun yang dipasok dari daerah lain. "Dengan berdirinya peternakan ini, kebutuhan susu Jawa Tengah akan lebih dari tercukupi," ujar Luthfi usai acara.
CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa dari 30.000 ekor sapi perah, peternakan ini diperkirakan menghasilkan 180.000 ton susu segar per tahun. Jumlah tersebut akan mendorong Jawa Tengah menjadi produsen susu terbesar kedua di Indonesia. "Kami memilih Brebes karena potensi agrarisnya luar biasa dan etos kerja masyarakat yang tinggi, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah," kata Ihsan.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada produksi susu, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar melalui tiga skema kemitraan. Pertama, kemitraan sapi pejantan yang akan digemukkan sebagai sapi pedaging. Kedua, kemitraan sapi perah bagi sapi yang produksinya di bawah 15 liter per hari, yang akan dikelola masyarakat dan susunya dibeli peternakan. Ketiga, kemitraan produksi pakan ternak. Dengan demikian, diharapkan tercipta ekosistem industri susu yang mandiri dan inklusif di pedesaan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa kebutuhan susu nasional terus melonjak seiring kesadaran gizi masyarakat. Ia mendorong Jawa Tengah untuk mencapai swasembada susu dan menjadi lumbung susu nasional. "Skema yang dijalankan PT Global Dairi Bersama sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor susu," tegas Amran.
Kehadiran investasi ini juga dinilai akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi investasi. Ahmad Luthfi mencatat bahwa kondusivitas wilayah, kemudahan perizinan, dan tenaga kerja kompetitif menjadi daya tarik bagi investor. "Jateng kini menjadi pusat investasi, baik padat karya maupun padat modal. Peternakan ini termasuk padat modal yang memberdayakan masyarakat," pungkasnya.
Dengan kapasitas produksi yang melampaui kebutuhan lokal, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana distribusi susu ke daerah lain dan apakah infrastruktur rantai dingin siap mendukung. Keberhasilan proyek ini bisa menjadi model bagi pengembangan industri peternakan terpadu di daerah lain, sekaligus menguji komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.



