PKPK Rampungkan Akuisisi Perusahaan Kapal Rp890 Miliar, Perkuat Rantai Pasok Batu Bara
Baca dalam 60 detik
- PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) mengakuisisi 49% saham PT Deli Pratama Angkutan Laut (DPAL) senilai Rp890 miliar dari Resources Global Development Limited (RGD).
- Akuisisi ini bertujuan menciptakan sinergi dengan anak usaha PKPK di sektor pertambangan batu bara dan meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi jasa perkapalan.
- Transaksi ini terjadi setelah RGD sebelumnya mengakuisisi 51% saham PKPK melalui crossing jumbo senilai Rp979,2 miliar, mengubah struktur kepemilikan perseroan.

PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) resmi menguasai 49% saham PT Deli Pratama Angkutan Laut (DPAL) dalam transaksi senilai Rp890 miliar, langkah strategis yang diyakini akan memperkuat posisi perseroan di sektor logistik pertambangan batu bara. Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana ekspansi PKPK setelah terjadi perubahan struktur pemegang saham utama melalui transaksi pasar negosiasi jumbo beberapa waktu lalu.
Manajemen PKPK mengumumkan bahwa pengambilalihan saham DPAL telah rampung pada 17 Juli 2026, setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Luar Biasa pada 30 Juni 2026. Transaksi ini melibatkan pembelian 6.125 saham Seri A milik Resources Global Development Limited (RGD) di DPAL, yang setara dengan 50,52% dari saham Seri A atau 49% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Nilai akuisisi mencapai Rp890 miliar, menjadikannya salah satu transaksi terbesar di sektor jasa perkapalan tahun ini.
DPAL bergerak di bidang jasa perkapalan dan transportasi laut, khususnya pengangkutan batu bara. Menurut manajemen PKPK, akuisisi ini akan menciptakan sinergi bisnis dengan anak usaha perseroan di sektor pertambangan batu bara, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan laba perusahaan. โKami optimistis integrasi ini akan memperkuat rantai pasok dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,โ tulis manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah ini tidak lepas dari perubahan struktur kepemilikan PKPK yang terjadi sebelumnya. Pada periode yang sama, RGD mengakuisisi 612 juta saham PKPK melalui pasar negosiasi dengan harga rata-rata Rp1.600 per saham, total transaksi mencapai Rp979,2 miliar. Setelah transaksi tersebut, RGD menguasai 51% saham PKPK, sementara PT Deli Pratama Nusantara memegang 24%. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa tidak ada perubahan pada permodalan, total saham, pengendali, dan penerima manfaat akhir perseroan.
Bagi pelaku pasar Indonesia, akuisisi ini menandai konsolidasi di sektor logistik pertambangan yang semakin terintegrasi. Dengan menguasai DPAL, PKPK tidak hanya memperkuat lini bisnis perkapalan tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dalam pengangkutan batu bara. Hal ini sejalan dengan tren efisiensi di industri tambang yang terus berupaya menekan biaya logistik di tengah fluktuasi harga komoditas.
Ke depan, keberhasilan integrasi DPAL akan menjadi ujian bagi manajemen PKPK dalam merealisasikan sinergi yang dijanjikan. Pertanyaan yang muncul adalah seberapa cepat akuisisi ini dapat berkontribusi terhadap laba bersih perseroan, mengingat beban transaksi yang cukup besar. Investor akan mencermati laporan keuangan kuartal berikutnya untuk melihat dampak nyata dari langkah ekspansif ini.



