Russell Gigit Jari Usai Tabrakan Lap Pertama di GP Belgia: Mimpi Juara F1 Makin Jauh
Baca dalam 60 detik
- George Russell tersingkir di lap pertama GP Belgia setelah bertabrakan dengan Lewis Hamilton, membuatnya gagal poin untuk ketiga kalinya dalam empat balapan.
- Masalah teknis pada mobil Mercedes—baterai tidak mengisi ulang—menjadi pemicu insiden, menurut pengakuan Russell yang mengaku 'mati rasa' dengan kekecewaan.
- Kimi Antonelli semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 50 poin atas Russell, memperbesar peluangnya merebut gelar juara dunia F1 musim ini.

George Russell harus merelakan mimpi juara dunianya semakin menjauh setelah tersingkir di lap pertama Grand Prix Belgia, Minggu (19/7). Pembalap Mercedes itu terlibat insiden dengan mantan rekan setimnya, Lewis Hamilton, yang kini membela Ferrari, dan langsung terlempar ke gravel. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Russell yang sudah tiga kali gagal mencetak poin dalam empat balapan terakhir.
Start dari posisi ketiga, Russell kehilangan momentum di lintasan lurus dan turun ke urutan keenam. Saat berusaha merebut kembali posisi, ia bersenggolan dengan Hamilton. Dampak tabrakan membuat Russell berputar dan keluar lintasan, sementara Hamilton melanjutkan balapan dan finis keempat meski mendapat penalti lima detik. Steward menilai Hamilton bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Dalam rekaman radio tim yang kemudian beredar luas, Russell meluapkan kemarahannya. Ia menyebut masalah teknis pada mobilnya menjadi akar petaka. "Saya keluar dari tikungan pertama dengan daya baterai 35 persen lebih rendah karena tidak mengisi ulang. Turbo juga bermasalah. Saat mencapai Eau Rouge, baterai benar-benar habis. Itu berbahaya," ujar Russell. Ia menambahkan bahwa insiden dengan Hamilton murni kecelakaan balap dan tidak disengaja.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, insiden ini mengingatkan pada rivalitas sengit antar pembalap top yang kerap berujung kontroversi. Namun, yang lebih menarik adalah dominasi Kimi Antonelli. Pembalap muda Italia itu kini menjadi favorit juara, dan jika tren ini berlanjut, ia bisa menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1—sebuah prestasi yang pasti akan menyedot perhatian publik Tanah Air yang menggemari olahraga otomotif.
Hamilton, yang mobilnya mengalami kerusakan lantai, mengaku akan menghubungi Russell. "Hal terakhir yang Anda inginkan adalah bertabrakan dengan mantan rekan setim atau mantan tim yang saya hormati. Tapi itu terjadi," katanya. Sementara itu, Russell mengaku sudah 'mati rasa' dengan kekecewaan. "Ketika ini terjadi begitu sering, Anda hanya terbiasa," ucapnya getir.
Dengan keunggulan 50 poin Antonelli dan performa inkonsisten Russell, pertanyaan besar kini mengemuka: mampukah pembalap Mercedes itu bangkit kembali, atau gelar juara musim ini sudah pasti milik Antonelli? Balapan berikutnya di Belanda akan menjadi ujian krusial bagi Russell untuk membuktikan bahwa ia masih layak diperhitungkan.



