Nasib Russell di Mercedes: Baterai Bermasalah, Kans Juara Makin Tipis
Baca dalam 60 detik
- George Russell tersingkir di lap pertama GP Belgia setelah tabrakan dengan Lewis Hamilton, memperlebar jarak poin dari rekan setim Kimi Antonelli.
- Masalah baterai dan turbo yang tak terduga membuat Russell kehilangan tenaga di tikungan kritis, sebuah insiden yang menurutnya berbahaya.
- Kimi Antonelli meraih kemenangan keenam musim ini, memperkuat posisinya di puncak klasemen sementara F1 2025.

George Russell harus merelakan posisinya di papan atas klasemen setelah mengalami kecelakaan di lap pertama Grand Prix Belgia, Minggu (27/7). Pebalap Mercedes itu terlibat insiden dengan Lewis Hamilton dari Ferrari, yang kemudian mendapat penalti. Akibatnya, rekan setimnya, Kimi Antonelli, sukses memenangi balapan keenam musim ini dan menggandakan keunggulan poin atas Russell.
Russell mengaku sudah terbiasa dengan kekecewaan setelah serangkaian masalah teknis menghantuinya sepanjang musim. Mulai dari kendala di kualifikasi China, safety car di Jepang, hingga pensiun saat memimpin di Kanada. Kali ini, baterai mobilnya gagal mengisi ulang saat keluar dari tikungan pertama, membuatnya kehilangan tenaga listrik hingga 35 persen. โSaya sampai di puncak Eau Rouge dengan baterai 0 persen. Itu berbahaya,โ ujar Russell.
Masalah yang dialami Russell bukan hanya soal baterai. Turbo juga tidak berfungsi normal, sehingga ia tak punya daya untuk bersaing. Ia pun disalip tiga mobil sebelum akhirnya bertabrakan dengan Hamilton. โSaya marah karena seharusnya tidak berada di posisi itu. Insiden dengan Lewis lebih merupakan racing incident,โ tambahnya.
Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui ada anomali pada mesin mobil Russell yang menyebabkan distribusi energi tidak merata. โKami menemukan bahwa ia hanya memiliki lebih sedikit energi untuk dikerahkan di Tikungan 18. Ini mungkin menjelaskan setengah dari selisih waktu dengan Kimi,โ kata Wolff. Ia berencana berbicara dengan Russell untuk memulihkan mental pebalap asal Inggris itu menjelang GP Hongaria, balapan terakhir sebelum jeda musim panas.
Di sisi lain, performa Antonelli nyaris sempurna. Ia mengaku sempat bingung saat banyak mobil menyalipnya di awal lomba akibat masalah baterai yang sama, namun berhasil mempertahankan posisi. โSaya hanya mencoba bertahan di lintasan dan terus melihat spion karena banyak mobil mendekat,โ ujar Antonelli. Ia juga memuji kerja tim yang berhasil mengatasi kompleksitas sistem hybrid mobil tahun ini.
Menurut analis, masalah yang dialami Mercedes bukanlah hal unik. Banyak tim menghadapi tantangan serupa dengan mesin hybrid yang sangat kompleks, terutama di sirkuit yang membutuhkan banyak energi seperti Spa. Lando Norris dari McLaren, yang juga menggunakan mesin Mercedes, mengaku sedikit terkejut karena timnya bisa mendekati laju Mercedes. โMereka tetap menang, tapi kami lebih dekat dari perkiraan,โ kata Norris.
Bagi pembalap dan penggemar F1 di Indonesia, situasi ini menegaskan betapa ketatnya persaingan musim ini. Dengan dominasi Antonelli yang semakin kokoh, mampukah Russell bangkit di sisa musim? Ataukah masalah teknis akan terus menghantui langkahnya? GP Hongaria akhir pekan depan akan menjadi ujian nyata bagi mentalitas juara Russell.



