Verstappen Puncaki Latihan Pertama GP Belgia, Dua Pembalap Kena Penalti Mesin
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen menjadi yang tercepat dalam sesi latihan pertama GP Belgia, unggul 0,145 detik dari Lewis Hamilton.
- Isack Hadjar dan Lando Norris masing-masing mendapat penalti turun 10 posisi grid karena melanggar batas komponen mesin.
- Red Bull bereksperimen dengan sayap belakang standar setelah desain inovatif 'somersault' menyebabkan kecelakaan pada balapan sebelumnya.

Max Verstappen memuncaki catatan waktu pada sesi latihan pertama Grand Prix Belgia, Jumat (25/7/2025), dengan keunggulan tipis 0,145 detik atas Lewis Hamilton dari Ferrari. Performa ini menjadi sinyal kebangkitan juara dunia empat kali tersebut setelah dua balapan sebelumnya diwarnai insiden akibat masalah teknis pada sayap belakang mobilnya.
Di belakang Verstappen dan Hamilton, Charles Leclerc menempati posisi ketiga, sementara rekan setim Verstappen di Red Bull, Isack Hadjar, harus puas di urutan keempat. Namun, kabar buruk menghampiri Hadjar: ia mendapat penalti turun 10 posisi grid karena telah melebihi jumlah mesin yang diizinkan musim ini. Hadjar menjadi pembalap kedua yang menerima hukuman serupa akhir pekan ini, setelah juara dunia Lando Norris juga dijatuhi penalti 10 tempat akibat penggunaan baterai yang melampaui batas.
Sesi latihan pertama berlangsung relatif aman, dengan satu-satunya momen menegangkan terjadi ketika Liam Lawson nyaris kehilangan kendali di tikungan Stavelot. Oscar Piastri, yang finis di posisi kelima, mengalami masalah tekanan hidrolik menjelang akhir sesi sehingga harus melambat dan hanya bisa menyelesaikan putaran dengan kecepatan rendah. Sementara itu, pemimpin klasemen sementara Kimi Antonelli menempati posisi keenam, unggul 0,356 detik dari rekan setimnya George Russell yang berada di urutan kedelapan.
Yang menarik perhatian adalah keputusan Red Bull untuk kembali menggunakan sayap belakang standar yang dipakai di awal musim, setelah desain 'flip-flop' atau 'somersault' yang inovatif justru menyebabkan Verstappen mengalami kecelakaan berkecepatan tinggi pada dua balapan sebelumnya. Sayap standar ini bekerja dengan membuka flap untuk mode lurus, mirip sistem DRS tahun lalu, bukan berputar pada porosnya lebih dari 180 derajat seperti desain anyar. Meskipun diperkirakan lebih lambat 0,2 detik per lap di Sirkuit Spa-Francorchamps, Red Bull memilih opsi aman sambil terus menyempurnakan desain baru yang kemungkinan akan kembali dipakai di Hungaria pekan depan.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, performa Verstappen dan dinamika penalti ini menambah bumbu persaingan menuju balapan utama. Dengan Norris dan Hadjar yang harus start dari posisi belakang, peluang pembalap lain seperti Hamilton atau Leclerc untuk merebut podium semakin terbuka. Apakah Red Bull mampu mempertahankan keunggulan meski menggunakan sayap yang lebih lambat? Atau justru penalti akan mengubah peta persaingan? Jawabannya akan terlihat pada sesi kualifikasi dan balapan akhir pekan ini.



