Ross Barkley di Persimpangan: Fulham dan Coventry Bersaing, Aston Villa Berpikir Ulang
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Inggris Ross Barkley hanya tampil 852 menit musim lalu dan kontraknya tersisa setahun di Aston Villa.
- Fulham dan Coventry City telah melakukan pendekatan, namun Villa kini justru mempertimbangkan memperpanjang kontraknya.
- Keputusan Barkley akan bergantung pada jaminan menit bermain, bukan sekadar gengsi Liga Champions.

Masa depan Ross Barkley di Aston Villa memasuki babak baru. Klub yang sempat membuka pintu kepergiannya kini justru berbalik arah, sementara dua klub Premier League lain, Fulham dan Coventry City, sudah menjalin komunikasi untuk memboyong gelandang berusia 32 tahun itu.
Barkley, yang mengantongi 33 caps bersama Timnas Inggris, hanya menjadi pemain pelengkap dalam dua musim terakhir. Pada 2025/26, ia cuma bermain 852 menit dari 21 penampilan—angka yang nyaris separuh dari musim sebelumnya yang hanya 567 menit. Kontribusinya pun minim: tiga gol dan satu assist. Cedera menjadi momok utama; musim lalu ia absen 14 laga karena cedera lutut, dan 21 pertandingan pada 2024/25 akibat dua masalah berbeda.
Manajer Unai Emery pernah memujinya habis-habisan usai kemenangan atas Leicester City pada 2024: “Ross tampil fantastis di menit-menit yang ia mainkan.” Namun, pujian itu tak serta-merta menjamin tempat utama. Kini, Emery dikabarkan siap meyakinkan Barkley untuk bertahan, meski sebelumnya Villa cenderung melepasnya.
Bagi Fulham, Barkley bisa menjadi tambahan pengalaman di lini tengah yang tengah dibangun ulang. Sementara Coventry, yang baru promosi ke Premier League, butuh figur seperti Barkley untuk menambah daya saing. Namun, risiko cedera dan inkonsistensi performa membuat kedua klub harus berpikir dua kali. Jurnalis Alan Nixon melaporkan bahwa negosiasi masih berlangsung, tetapi belum ada kata sepakat.
Di sisi lain, godaan bermain di Liga Champions bersama Villa bisa menjadi faktor penahan. Namun, Barkley disebut lebih mengutamakan menit bermain reguler di usia yang tak lagi muda. Jika ia memilih hengkang, Fulham—dengan status klub Premier League mapan—tampaknya lebih menarik ketimbang Coventry yang baru kembali ke kasta tertinggi.
Keputusan Barkley akan menjadi ujian bagi ambisi Villa: apakah lebih memilih kedalaman skuad atau memberikan ruang bagi pemain yang haus waktu bermain. Skenario terburuk bagi Villa adalah kehilangan Barkley secara gratis tahun depan jika kontraknya tidak diperpanjang. Pertanyaannya, akankah Emery mampu memberikan jaminan yang dicari sang gelandang?



