Dari Titik Terendah ke Puncak Klasemen: Kimi Antonelli Bangkit di Sirkuit yang Sama
Baca dalam 60 detik
- Kimi Antonelli memenangi Grand Prix Belgia 2026, memperlebar jarak poin menjadi 45 dari Lewis Hamilton.
- Pembalap Mercedes itu mengalami titik terendah di sirkuit yang sama tahun lalu, finis ke-16 setelah start dari pitlane.
- Kepala tim Toto Wolff memuji perubahan mentalitas Antonelli yang kini lebih tenang dan terstruktur.

Kimi Antonelli membalikkan kenangan pahit di Sirkuit Spa-Francorchamps. Setahun lalu ia mengakhiri akhir pekan Grand Prix Belgia dengan frustrasi, kini pembalap 19 tahun itu berdiri di podium tertinggi setelah menaklukkan lintasan yang sama dengan kemenangan gemilang.
Kemenangan keenam dalam sepuluh seri musim ini membawa Antonelli unggul 45 poin atas Lewis Hamilton yang duduk di peringkat kedua klasemen. Padahal, tiga balapan sebelumnya keunggulannya tergerus dari 66 menjadi 25 poin setelah gagal mencetak angka di dua seri. Ancaman dari rekan setim, George Russell, pun sirna pada lap pertama setelah bertabrakan dengan Hamilton dan terdampar di kerikil.
โTahun lalu di sini saya mungkin mencapai titik terendah,โ ujar Antonelli usai balapan. โAkhir pekan yang sangat sulit secara mental. Tapi tahun ini jauh lebih baik. Jika Anda bertanya tahun lalu pada momen ini, saya mungkin akan menjawab tidak.โ
Transformasi Antonelli tidak hanya soal hasil balapan. Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menyoroti perubahan fundamental dalam pendekatan mental pembalap asal Italia itu. โYang tidak terduga adalah ketenangan dan struktur yang ia bawa ke dalam permainannya,โ kata Wolff. โIa menunjukkan emosi yang sama saat evaluasi, baik sesi berjalan baik maupun buruk. Benar-benar transaksional: โApa masalahnya? Bagaimana kita selesaikan? Bagaimana kita lanjut?โ Itu hal baru.โ
Wolff menambahkan bahwa Antonelli kerap menjadi pihak yang menenangkan tim saat keadaan tidak berpihak, dengan mengatakan โini olahraga mekanis, hal-hal seperti ini bisa terjadiโ. Sikap tersebut dinilai Wolff sebagai pendorong utama bakatnya bersinar begitu awal.
Kebangkitan Antonelli menjadi pelajaran berharga bagi pembalap muda Indonesia yang merintis karier di ajang Eropa. Ketahanan mental dan kemampuan bangkit dari kegagalan kerap menjadi pembeda antara pembalap potensial dan juara sejati. Di tengah minimnya representasi Indonesia di F1, kisah Antonelli bisa menjadi inspirasi bahwa titik terendah bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.
Dengan keunggulan 45 poin dan performa yang terus meningkat, Antonelli kini berada di jalur kuat menuju gelar juara dunia. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi ini hingga akhir musim, atau justru tekanan akan kembali menghantuinya seperti musim lalu?



