McIlroy: Kehadiran DeChambeau di Irish Open Dongkrak Pamor Turnamen
Baca dalam 60 detik
- Rory McIlroy mendukung partisipasi Bryson DeChambeau di Irish Open September mendatang, meski sebelumnya ia mengkritik keras sang rival.
- McIlroy mengakui bahwa sosok kontroversial seperti DeChambeau justru bisa meningkatkan daya tarik dan nilai komersial turnamen.
- Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan hubungan kedua pegolf, serta refleksi McIlroy atas performanya di The Open yang ia nilai stagnan.

Rory McIlroy menyatakan bahwa kehadiran Bryson DeChambeau di Irish Open pada September mendatang akan menjadi angin segar bagi turnamen tersebut. Pernyataan ini disampaikan McIlroy di tengah hubungan yang memanas antara keduanya, setelah ia sebelumnya menuduh DeChambeau 'menyandera' The Open Championship akibat insiden penalti yang kontroversial.
Dalam wawancara usai putaran final The Open di Royal Birkdale, Minggu (21/7), McIlroy menegaskan bahwa figur sebesar DeChambeau mampu meningkatkan gengsi dan perhatian publik terhadap Irish Open. "Memiliki seseorang seperti Bryson di Irish Open akan sangat bagus untuk turnamen, tentu saja," ujar pegolf asal Irlandia Utara itu, yang finis satu under par dengan skor 71 pada putaran terakhir.
Namun, McIlroy tak menutupi ketidaksukaannya terhadap DeChambeau. Sehari sebelumnya, ia mengkritik keras rivalnya itu setelah DeChambeau dihukum karena secara tidak sengaja memperbaiki posisi bola sebelum pukulan keduanya di hole kelima babak kedua. "Saya tidak terlalu suka padanya," kata McIlroy, Jumat (19/7). Meski demikian, ia memisahkan sentimen pribadi dari kepentingan turnamen.
McIlroy juga mengakui bahwa motivasinya terhadap PGA Tour dan FedEx Cup mulai menurun setelah ia meraih Grand Slam karier. "Setelah memenangkan semua major, adrenalinnya mungkin tidak sama lagi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perubahan format FedEx Cup, yang kini hanya membutuhkan posisi 30 besar untuk bisa bersaing di Tour Championship, membuat dua babak awal play-off terasa kurang berarti. "Saya sampai pada kesimpulan itu tahun lalu, dan saya melakukan hal yang sama sekarang," jelasnya.
Pernyataan McIlroy ini mencerminkan dinamika unik dalam dunia golf profesional, di mana rivalitas pribadi kerap berbaur dengan pertimbangan bisnis dan popularitas turnamen. Di Indonesia, meski golf belum menjadi olahraga arus utama, perkembangan ini menarik perhatian penggemar dan pelaku industri golf Tanah Air. Turnamen seperti Irish Open yang menghadirkan nama-nama besar bisa menjadi referensi bagi penyelenggara event golf di Indonesia untuk meningkatkan daya tarik dan nilai komersial.
McIlroy sendiri mengakui pekan The Open kali ini berjalan kurang memuaskan. "Saya seperti terjebak di posisi netral. Setiap kali saya mendapatkan momentum, saya justru membuat bogey. Hanya salah satu pekan yang tidak bisa saya kendalikan," katanya. Dengan hasil finis satu under par, ia gagal menambah koleksi major keduanya tahun ini.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah DeChambeau benar-benar akan tampil di Irish Open dan bagaimana reaksi publik Irlandia terhadap kehadirannya. Jika terealisasi, duel antara dua karakter kuat ini bisa menjadi magnet tersendiri bagi turnamen yang tengah berusaha bangkit setelah masa pandemi.



