Ryan Fox Catat 62, Samai Rekor Terendah di Major Golf
Baca dalam 60 detik
- Ryan Fox membukukan skor 62 pada putaran ketiga The Open di Royal Birkdale, menyamai rekor putaran terendah dalam sejarah major pria.
- Skor tersebut menjadi yang kedelapan sepanjang sejarah major, dengan setengahnya terjadi di Royal Birkdale, menegaskan reputasi lapangan sebagai tempat lahirnya sejarah.
- Fox kini memuncaki klasemen sementara dengan delapan under par, berpeluang menjadi juara The Open jika konsisten di putaran final.

Ryan Fox, pegolf asal Selandia Baru, menorehkan sejarah di Royal Birkdale dengan mencatat skor delapan under par 62 pada putaran ketiga The Open, Sabtu (20/7). Skor ini menyamai rekor putaran terendah dalam sejarah major pria yang sebelumnya diukir oleh Branden Grace, Lucas Herbert, dan Sam Burns. Fox nyaris memecahkan rekor dengan skor 61, namun pukulan tee-nya di hole 18 justru masuk bunker, membuatnya harus puas dengan birdie dari jarak 48 kaki.
Pencapaian Fox menjadi sorotan karena dalam waktu kurang dari 24 jam, tiga pegolf berhasil mencatat skor 62 di Birkdale. Sebelumnya, Lucas Herbert dan Sam Burns melakukannya pada Jumat. Fenomena ini menunjukkan betapa kondusifnya kondisi lapanganโangin redup, fairway kering, dan green sempurnaโyang memungkinkan skor rendah beruntun. Namun, di balik itu, tekanan mental tetap menjadi ujian tersendiri.
Fox mengakui keberuntungan turut berperan, terutama saat pukulan keduanya di hole 18 nyaris membentur bibir bunker. "Saya sedikit beruntung bisa memukul keluar dari bunker fairway. Pukulan pertama bikin deg-degan, tapi senang yang kedua masuk," ujarnya kepada BBC Sport. Ia juga memuji kondisi cuaca yang mendukung, membuat bola melesat jauh di fairway yang kering.
Bermain bersama juara bertahan The Open, Xander Schauffele, Fox memulai dengan cepat: lima birdie dalam delapan hole pertama. Satu-satunya bogey terjadi di hole 13 par-4, setelah pukulan tee-nya masuk bunker. Namun, ia bangkit dengan tiga birdie dalam empat hole berikutnya. Schauffele memuji permainan agresif Fox: "Dia keluar dengan panas, mengambil risiko saat perlu. Permainannya luar biasa, saya mencoba ikut gelombangnya."
Bagi penggemar golf Indonesia, fenomena skor rendah di major ini menarik karena menunjukkan bahwa batas-batas prestasi terus didorong. Meski belum ada pegolf Indonesia yang tampil di level ini, pencapaian Fox bisa menjadi inspirasi bagi pegolf Tanah Air untuk berani mengejar rekor. Selain itu, Royal Birkdale kini semakin dikenal sebagai lapangan yang bersahabat bagi skor rendah, mirip dengan lapangan-lapangan di Asia yang sering menghasilkan skor rendah di turnamen internasional.
Fox kini memuncaki papan skor bersama Herbert, yang masih menyelesaikan putaran ketiganya. Dengan satu putaran tersisa, peluang Fox untuk menjadi juara The Open terbuka lebar. "Saya akan punya kesempatan memenangkan The Open, itu sangat menarik. Akan menegangkan, tapi bermain agresif dua hari terakhir berhasil. Saya akan lakukan hal yang sama besok," kata Fox. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi di bawah tekanan putaran final? Ataukah rekor 62 ini hanya akan menjadi catatan kaki tanpa gelar juara?



