Presenter TVRI Papua Barat Hanyut di Air Terjun Memti, Tim SAR Perluas Pencarian
Baca dalam 60 detik
- Yanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat, dilaporkan terseret arus saat menyeberangi sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Sabtu (18/7).
- Operasi SAR hari kedua hingga Minggu petang belum membuahkan hasil; tim gabungan menghadapi medan berat, akses jauh, dan kabut tebal di pegunungan.
- Pencarian akan dilanjutkan Senin (20/7) pagi dengan perluasan area, menggunakan drone thermal dan penyisiran sepanjang aliran sungai.

Yanto Idorway, presenter TVRI Papua Barat, dilaporkan hanyut terseret arus sungai di kawasan wisata Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 14.00 WIT. Hingga Minggu (19/7) petang, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabaruddin mengatakan bahwa tim gabungan telah mengoptimalkan pencarian melalui udara dan darat, namun hasilnya masih nihil. "Operasi SAR hari kedua ditutup pukul 18.42 WIT. Operasi akan dilanjutkan kembali besok (20/7) pagi dengan memperluas area pencarian," ujarnya di Manokwari, Minggu.
Operasi SAR dimulai pukul 07.30 WIT setelah koordinasi bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari personel Kantor SAR Manokwari, Polres Pegunungan Arfak, dan Kodim 1812/Pegunungan Arfak. Tim bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit rescue car dan sembilan unit kendaraan operasional. Namun, kendaraan tidak bisa mencapai lokasi kejadian, sehingga tim harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer.
Selama pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala, termasuk medan yang berat, akses menuju lokasi yang cukup jauh, kondisi jalan berkabut, serta suhu udara dingin di kawasan pegunungan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim menggunakan drone thermal untuk memantau dari udara dan menyisir sepanjang aliran sungai guna mendeteksi jejak korban. Tim juga memasang sistem pengamanan (safety line) agar area sekitar lokasi kejadian dapat diperiksa secara maksimal.
Korban dilaporkan hanyut setelah tergelincir saat menyeberangi aliran sungai menuju kawasan Air Terjun Memti. Dua kerabat korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak berhasil. Tim SAR kini memperluas area pencarian dengan harapan dapat menemukan korban dalam waktu dekat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko wisata alam di daerah terpencil, terutama saat musim hujan yang meningkatkan debit sungai. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi protokol keselamatan saat beraktivitas di sekitar air terjun atau sungai.
Pencarian akan dilanjutkan Senin (20/7) pagi dengan melibatkan lebih banyak personel dan peralatan. Pertanyaan yang masih menggantung: akankah tim SAR berhasil menemukan Yanto sebelum arus membawanya semakin jauh? Semua pihak berharap operasi ini membuahkan hasil positif.



