Panda Planet Exhibition Hadir Perdana di Singapura, Rayakan Ulang Tahun Jia Jia dan Kai Kai
Baca dalam 60 detik
- Pameran interaktif Panda Planet akan digelar di River Wonders, Singapura, pada 4-14 September 2024.
- Acara ini menandai debut internasional iPanda sekaligus perayaan ulang tahun panda ikonik, Jia Jia dan Kai Kai.
- Pengunjung dapat menikmati tiga zona tematik, termasuk pengalaman realitas campuran yang mendekatkan pengunjung pada habitat asli panda.

River Wonders, taman satwa liar di Singapura, akan menjadi tuan rumah pameran Panda Planet untuk pertama kalinya di Asia Tenggara. Bertajuk "Panda Planet Immersive Experience", acara ini dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 14 September 2024, bertepatan dengan liburan sekolah dan momen ulang tahun dua panda penghuni setia taman tersebut.
Pameran yang diprakarsai oleh iPanda, kanal multimedia dan siaran langsung khusus panda raksasa di bawah naungan CCTV.com, ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bertema "China-Singapore Panda Relations". Kehadirannya di Singapura menjadi penanda pertama kalinya pameran semacam ini digelar di luar China, sebuah langkah yang dinilai sebagai penguatan diplomasi budaya melalui konservasi satwa.
Pengunjung akan diajak menjelajahi tiga zona utama yang dirancang untuk memberikan pengalaman mendalam. Zona Sains Panda Raksasa menyajikan informasi tentang evolusi, perilaku, dan adaptasi unik panda. Sementara itu, Zona Pengalaman MR (Mixed Reality) menawarkan simulasi interaktif yang membawa pengunjung menyusuri ekosistem alami panda, seolah-olah berada di tengah hutan bambu China.
Momen ini juga menjadi ajang perayaan ulang tahun Jia Jia yang ke-18 dan Kai Kai yang ke-19, masing-masing pada 5 dan 13 September. Kedua panda tersebut akan menerima kotak hadiah khusus berisi camilan favorit mereka. Selain itu, Zona Ulang Tahun Kai Kai & Jia Jia akan memamerkan fakta menarik tentang pasangan panda ini, termasuk kabar terbaru mengenai Le Le, anak pertama mereka yang lahir di Singapura.
Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung atraksi ini, tiket masuk River Wonders dapat dibeli melalui situs resmi Mandai Wildlife Reserve atau di loket taman. Setiap tiket dilengkapi voucher belanja senilai S$5 dan voucher makanan senilai S$5, yang dapat digunakan dengan minimal transaksi S$20 di gerai-gerai dalam taman.
Bagi pengamat konservasi, pameran semacam ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi medium edukasi publik tentang upaya pelestarian panda raksasa yang sempat terancam punah. Kehadiran iPanda di Singapura juga merefleksikan tren kolaborasi lintas negara dalam konservasi satwa, yang kerap menjadi jembatan diplomasi lunak.
Di Indonesia, minat terhadap satwa eksotis dan konservasi juga tengah meningkat. Meski tidak memiliki panda, kebun binatang dan taman safari di Tanah Air kerap menggelar program serupa untuk menarik pengunjung, seperti pertunjukan satwa dan kampanye edukasi. Pengalaman Singapura ini bisa menjadi referensi bagi pengelola taman satwa di Indonesia untuk mengemas edukasi konservasi secara lebih interaktif dan imersif.
Ke depan, apakah pameran Panda Planet akan menjangkau negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia? Jika ya, peluang serupa bisa terbuka lebar, mengingat antusiasme masyarakat terhadap satwa ikonik ini cukup tinggi. Namun, dibutuhkan investasi dan kerja sama yang matang antara pihak swasta, pemerintah, dan lembaga konservasi internasional.



