Karier Karolina Muchova Kembali Terhambat Cedera: Absen dari Canadian Open Usai Operasi
Baca dalam 60 detik
- Petenis peringkat enam dunia, Karolina Muchova, harus menepi dari turnamen Canadian Open setelah menjalani operasi kecil.
- Ini menjadi pukulan baru bagi Muchova yang baru saja tampil sebagai runner-up Wimbledon 2026, memperpanjang daftar cedera dalam kariernya.
- Absennya Muchova membuka peluang bagi petenis lain untuk bersaing di Toronto, sementara ia ditargetkan pulih tepat waktu untuk US Open.

Runner-up Wimbledon 2026, Karolina Muchova, dipastikan absen dari turnamen Canadian Open yang akan digelar bulan depan setelah menjalani operasi kecil. Keputusan ini diumumkan langsung oleh petenis asal Republik Ceko itu melalui media sosial, Sabtu (19/7), menandai babak baru dalam perjuangannya melawan cedera yang kerap menghambat langkahnya di puncak karier.
Muchova, yang baru saja kalah dari rekan senegaranya Linda Noskova di final Wimbledon dengan skor 6-2, 5-7, 6-3, mengaku harus memprioritaskan pemulihan. โSaya menjalani operasi kecil yang membuat saya harus istirahat beberapa minggu. Semuanya berjalan lancar, dan saya sudah mulai memulihkan diri,โ tulisnya. Ia juga menyatakan kekecewaannya karena harus melewatkan debut di Toronto, turnamen yang sangat dinantikannya.
Kekalahan di Wimbledon merupakan kekalahan final Grand Slam kedua bagi Muchova, setelah sebelumnya takluk dari Iga Swiatek di Prancis Terbuka 2023. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah catatan kesehatannya. Petenis berusia 29 tahun ini telah bergelut dengan berbagai cedera, termasuk masalah pergelangan tangan yang berulang, yang kerap membuatnya absen dalam beberapa turnamen penting.
Meski tidak merinci jenis operasi yang dijalani, Muchova diperkirakan akan pulih tepat waktu untuk tampil di US Open yang dimulai akhir Agustus. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti kondisi fisiknya, mengingat sejarah panjang cederanya yang kerap kambuh. Absennya Muchova dari Canadian Open tentu menjadi kabar buruk bagi penggemar tenis, tetapi juga membuka peluang bagi petenis lain untuk bersaing di Toronto.
Bagi dunia tenis Indonesia, absennya Muchova mungkin tidak langsung berdampak, namun memberikan gambaran betapa rentannya petenis papan atas terhadap cedera. Hal ini juga mengingatkan pentingnya manajemen beban latihan dan jadwal turnamen, yang kerap menjadi tantangan bagi petenis Indonesia yang berusaha menembus level dunia. Dengan padatnya kalender tenis, pemulihan yang optimal menjadi kunci untuk menjaga konsistensi performa.
Muchova sendiri belum memberikan timeline pasti kapan ia akan kembali ke lapangan. Namun, jika pemulihannya berjalan sesuai rencana, ia akan menjadi salah satu ancaman serius di US Open. Pertanyaannya, akankah cedera kembali menghantuinya di turnamen Grand Slam terakhir tahun ini? Atau justru ini menjadi momentum kebangkitan bagi petenis yang kerap dijuluki โpetenis karetโ karena kelenturan permainannya?



