Keributan di Konferensi Pers: Benn dan Garcia Harus Dipisahkan Petugas Keamanan
Baca dalam 60 detik
- Insiden panas terjadi saat media day tinju di New York, memicu intervensi petugas keamanan untuk memisahkan Conor Benn dan Ryan Garcia.
- Pertarungan perebutan sabuk juara kelas welter WBC pada 12 September di Las Vegas kian memanas dengan saling ejek bernada rasis dan provokasi fisik.
- Duel ini tidak hanya menentukan gelar, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi Benn yang didukung oleh Dana White dan modal Arab Saudi.

Ketegangan antara petinju Inggris Conor Benn dan juara kelas welter WBC asal Amerika Serikat, Ryan Garcia, mencapai puncaknya saat media day di New York, Sabtu (14/9). Pertemuan yang seharusnya menjadi ajang promosi pertarungan 12 September di Las Vegas itu berubah ricuh setelah Benn melontarkan ancaman akan "memukul kacamata dari wajah" Garcia. Petugas keamanan terpaksa turun tangan untuk mencegah bentrokan fisik di atas panggung.
Keributan bermula ketika Benn, 29 tahun, menyebut Garcia sebagai "anak besar yang manja" dan "influencer kecil yang bukan petarung sejati". Garcia yang memiliki darah Meksiko-Amerika langsung bereaksi dengan makian dan tantangan. Benn kemudian menyerang identitas Garcia dengan mengatakan, "Kamu tidak punya hati. Kamu bukan orang Meksiko, bro." Ia bahkan berteriak dalam bahasa Spanyol sambil memegang alat kelaminnyaโgestur yang jelas dimaksudkan untuk memprovokasi.
Garcia, 27 tahun, membalas dengan menyebut Benn tidak akan mampu bertahan hingga ronde ke-12, merujuk pada kekalahan Garcia dari Gervonta Davis pada 2023. "Kamu pikir aku akan membiarkan orang Inggris datang ke sini dan mengambil sabukku? Kamu sudah gila," ujar Garcia. Ia juga menantang ayah Benn, mantan juara dunia Nigel Benn, yang berdiri di belakang putranya, dengan mengatakan, "Ayahmu yang akan menghentikan pertarungan."
Insiden ini menambah daftar panjang rivalitas panas dalam dunia tinju yang kerap melampaui batas sportivitas. Namun, yang menarik perhatian adalah latar belakang finansial pertarungan ini. Benn baru saja bergabung dengan Zuffa Boxing, perusahaan yang didanai oleh Dana White dan modal Arab Saudi. Langkah ini menunjukkan ambisi Arab Saudi untuk menguasai olahraga tinju, setelah sukses menyelenggarakan sejumlah laga besar di Riyadh. Bagi Garcia, pertarungan ini adalah kesempatan mempertahankan gelar sekaligus membuktikan diri setelah kekalahan kontroversial dari Davis.
Bagi penggemar tinju Indonesia, rivalitas ini mengingatkan pada dinamika serupa yang pernah terjadi di kancah nasional, seperti perseteruan Chris John vs. Daud Yordan. Namun, skala internasional dan investasi besar dari Timur Tengah membuat laga ini layak disimak. Pertanyaan besarnya: akankah Benn yang didukung kekuatan finansial besar mampu mengalahkan Garcia yang dianggap lebih unggul secara teknik? Atau justru Garcia yang akan membungkam kritik dengan kemenangan cepat?



