Aonishiki Menang Tapi Cedera: Persaingan Ozeki di Nagoya Basho Makin Panas
Baca dalam 60 detik
- Pegulat Ukraina Aonishiki memenangi pertarungan kritis di Nagoya Basho, tetapi kembali menunjukkan tanda cedera yang mengancam ambisinya meraih kembali pangkat ozeki.
- Empat pegulat kini memimpin klasemen dengan rekor 7-1, termasuk ozeki Kirishima dan dua maegashira, menciptakan persaingan ketat di paruh kedua turnamen.
- Kadoban ozeki Kotozakura meraih kemenangan penting untuk menjaga peluangnya tetap di divisi elite, sementara yokozuna Hoshoryu dan Onosato terus menekan dari belakang.

Pegulat sekiwake asal Ukraina, Aonishiki, sukses mengalahkan Takanosho pada hari kedelapan Turnamen Sumo Grand Nagoya, Minggu (19/7), namun kemenangan itu dibayangi kekhawatiran cedera yang kembali menghantuinya. Atlet berusia 22 tahun tersebut terlihat meringis kesakitan dan berjalan pincang meninggalkan dohyo setelah pertarungan sengit yang dimenanginya dengan teknik push out.
Kemenangan ini mempertahankan posisi Aonishiki di puncak klasemen bersama dengan tiga pegulat lainnya, semuanya mengantongi rekor 7-1. Namun, cedera kaki dan pergelangan kaki yang sebelumnya menjadi penyebab degradasinya dari pangkat ozeki kembali muncul sebagai ancaman serius. Aonishiki membutuhkan setidaknya 10 kemenangan dalam turnamen 15 hari ini untuk secara otomatis kembali ke pangkat ozeki, setelah ia melewatkan seluruh turnamen Mei akibat masalah pergelangan kaki.
Di sisi lain, ozeki Kirishima juga menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan sekiwake Atamifuji melalui teknik push out, meskipun harus bertahan dari serangan awal yang kuat. Kirishima kini menjadi salah satu pemimpin klasemen bersama Aonishiki, serta dua maegashira, Kotoeiho dan Shishi. Persaingan di papan atas semakin ketat dengan hanya tersisa tujuh hari pertandingan.
Grand champion Hoshoryu dengan mudah mendorong keluar maegashira Daieisho untuk mencatat kemenangan keenamnya, sementara yokozuna Onosato mengalahkan komusubi Oho dengan telak, meredakan kekhawatiran tentang cedera bahu kirinya. Onosato, yang telah memenangi Piala Kaisar sebanyak lima kali, akan menjadi lawan berat bagi Aonishiki pada hari kesembilan. Rekor pertemuan mereka menunjukkan dominasi Onosato dengan 4-0 di turnamen grand sumo.
Situasi kritis juga dialami oleh kadoban ozeki Kotozakura, yang berhasil meraih kemenangan penting melawan maegashira Hiradoumi. Dengan rekor 4-4, ia masih membutuhkan empat kemenangan lagi dalam tujuh pertandingan tersisa untuk mempertahankan pangkat ozeki. Tekanan semakin besar mengingat sejarah cedera dan inkonsistensi yang pernah dialaminya.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, turnamen ini menarik karena menampilkan perjuangan atlet Ukraina yang jarang terjadi di panggung sumo elite. Selain itu, rivalitas antara pegulat non-Jepang dan yokozuna lokal menambah dimensi internasional yang relevan dengan semakin globalnya olahraga tradisional Jepang ini. Dengan persaingan yang masih terbuka lebar, Nagoya Basho 2026 dipastikan akan menyajikan drama hingga hari terakhir.



