Kebakaran Hebat Landa Pusat Logistik Coupang di Incheon, Satu Petugas Damkar Terluka
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran terjadi di gudang raksasa e-commerce Coupang di Incheon, Korea Selatan, Sabtu pagi, memicu evakuasi 121 pekerja.
- Seorang petugas pemadam kebakaran mengalami cedera saat menjinakkan api; otoritas mengerahkan 219 personel dan 79 unit alat berat.
- Insiden ini menyoroti risiko tinggi kebakaran di pusat logistik modern yang sarat material mudah terbakar, relevan bagi industri serupa di Indonesia.

Kebakaran besar melanda pusat distribusi milik raksasa e-commerce Coupang Inc. di Incheon, Korea Selatan, pada Sabtu (18/7) pagi waktu setempat. Insiden yang bermula di lantai enam gedung itu memaksa evakuasi 121 orang dan melukai seorang petugas pemadam kebakaran yang tengah berupaya menjinakkan si jago merah.
Menurut laporan Yonhap News Agency, api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 06.54 waktu setempat. Tak lama setelah itu, otoritas setempat mengaktifkan status tanggap darurat Level 1 di sejumlah stasiun pemadam kebakaran terdekat, yang berarti seluruh personel dikerahkan. Hingga siang hari, sebanyak 219 petugas dan 79 unit peralatan berat diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api.
Kepala pemadam kebakaran setempat menyatakan bahwa meskipun risiko penyebaran api tergolong rendah, pemadaman diperkirakan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Penyebabnya, pusat logistik tersebut dipenuhi material mudah terbakar, seperti kemasan plastik, kertas, dan barang-barang konsumen yang mudah terbakar. โKami akan menyelidiki penyebab pasti kebakaran setelah api benar-benar padam,โ ujar seorang juru bicara otoritas kebakaran Incheon.
Kebakaran ini menjadi pengingat akan kerentanan pusat logistik modern yang mengandalkan sistem penyimpanan padat dan material mudah terbakar. Di Indonesia, pertumbuhan e-commerce yang pesat juga diikuti oleh menjamurnya gudang-gudang serupa. Otoritas keselamatan kerja di Tanah Air perlu mencermati insiden ini sebagai bahan evaluasi, terutama dalam hal sistem deteksi dini kebakaran, jalur evakuasi, dan pelatihan tanggap darurat bagi pekerja.
Menurut analis keselamatan industri, kebakaran di pusat logistik kerap dipicu oleh korsleting listrik, panas berlebih pada baterai perangkat elektronik, atau kelalaian dalam penyimpanan bahan kimia. โPusat logistik adalah bom waktu jika tidak dikelola dengan standar keselamatan yang ketat,โ ujar seorang pakar dari Universitas Indonesia yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan bahwa investasi pada sistem sprinkler otomatis dan material bangunan tahan api menjadi krusial.
Kejadian di Incheon ini juga berpotensi mengganggu rantai pasok Coupang, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Korea Selatan. Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai dampak operasional, pengamat memperkirakan pengiriman barang di wilayah barat Seoul bisa mengalami keterlambatan dalam beberapa hari ke depan. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah insiden ini akan mendorong regulator Korea Selatan untuk memperketat standar keselamatan di pusat logistik, dan bagaimana dampaknya terhadap industri e-commerce global yang semakin bergantung pada gudang otomatis?



