Udinese Resmi Rekrut Vojvoda dari Como: Bek Serba Bisa untuk Proyek Jangka Panjang
Baca dalam 60 detik
- Udinese mengamankan tanda tangan Mergim Vojvoda dari Como dengan nilai transfer mencapai €1,6 juta plus bonus.
- Bek asal Kosovo itu diikat kontrak hingga 2028 dengan opsi perpanjangan, menunjukkan komitmen klub untuk memperkuat lini pertahanan.
- Vojvoda, yang pernah membantu Como lolos ke Liga Champions, diharapkan menjadi pilar penting di sisi kanan pertahanan Udinese.

Udinese resmi mengumumkan perekrutan Mergim Vojvoda dari Como dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai €1,6 juta termasuk bonus. Langkah ini menandai ambisi klub asal Friuli untuk membangun skuad kompetitif dengan mengandalkan pemain berpengalaman di Serie A.
Kesepakatan antara kedua klub telah tercapai dalam beberapa hari terakhir dan resmi diformalkan pada akhir pekan. Vojvoda, yang kini berusia 31 tahun, menandatangani kontrak hingga Juni 2028 dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan. Nilai transfer dilaporkan sebesar €1,3 juta ditambah €0,3 juta dalam bentuk bonus berdasarkan performa.
Vojvoda merupakan pemain internasional Kosovo yang telah malang melintang di sepak bola Italia sejak bergabung dengan Torino pada musim panas 2020 dari Standard Liege. Setelah masa pinjaman dan transfer permanen ke Como pada Februari 2025 senilai €2 juta, ia menjadi salah satu pilar penting dalam keberhasilan Como lolos ke Liga Champions musim lalu.
Selama membela Como, Vojvoda mencatatkan 45 penampilan kompetitif dengan sumbangan tiga gol dan lima assist. Kemampuannya bermain di beberapa posisi—terutama sebagai bek kanan, tetapi juga bisa di lini tengah atau bek tengah—menjadikannya aset berharga bagi pelatih Udinese. Fleksibilitas ini memungkinkan tim untuk beradaptasi dengan berbagai formasi dan situasi pertandingan.
Bagi Udinese, perekrutan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pertahanan tanpa mengeluarkan biaya besar. Dengan pengalaman Vojvoda di Serie A dan kontribusinya di Como, klub berharap ia dapat segera beradaptasi dan menjadi pemain kunci. Langkah ini juga menarik perhatian pengamat sepak bola Indonesia, mengingat banyaknya penggemar Serie A di tanah air yang kerap mengikuti pergerakan pemain di liga Italia. Transfer pemain dengan nilai moderat seperti ini sering menjadi contoh bagaimana klub-klub Italia membangun skuad secara efisien—pelajaran yang relevan bagi klub-klub Indonesia yang mulai menerapkan manajemen profesional.
Dengan kontrak panjang hingga 2028, Udinese tampaknya tidak hanya membeli pemain untuk kebutuhan jangka pendek, melainkan juga investasi untuk masa depan. Pertanyaan yang muncul adalah: mampukah Vojvoda mempertahankan performa terbaiknya di usia yang tidak lagi muda, atau justru menjadi pemimpin di lini belakang yang membawa Udinese bersaing di papan atas Serie A?



