Newcastle Siapkan Tawaran Baru untuk Lucas Bergvall: Tottenham Mulai Terdesak?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan akan mengajukan proposal perbaikan dalam 24-72 jam ke depan setelah tawaran awal £46 juta ditolak Tottenham.
- Gelandang Swedia berusia 20 tahun itu disebut ingin hengkang demi menit bermain reguler, terutama setelah kedatangan Mateus Fernandes dan Sandro Tonali.
- Jika bergabung, Bergvall diproyeksikan menjadi pilar jangka panjang lini tengah Newcastle, sesuai strategi rekrutmen PIF yang mengincar pemain muda potensial.

Newcastle United belum menyerah dalam perburuan Lucas Bergvall. Klub asal Tyneside itu dikabarkan akan segera melayangkan tawaran baru kepada Tottenham Hotspur setelah proposal awal senilai £46 juta ditolak. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya The Magpies menginginkan gelandang Swedia berusia 20 tahun tersebut, yang dalam satu musim di Inggris sudah menjelma menjadi salah satu prospek paling menjanjikan di Premier League.
Bergvall bergabung dengan Tottenham dari Djurgården pada 2024 dan langsung tampil mengesankan. Dalam debutnya, ia mencatatkan 45 penampilan di semua kompetisi, termasuk peran krusial dalam perjalanan Spurs meraih gelar Europa League. Cedera pergelangan kaki membuatnya absen di semifinal dan final, namun performanya sepanjang musim cukup untuk membuatnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik versi suporter—sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih remaja Tottenham pada era Glenn Hoddle.
Ketertarikan Newcastle bukan tanpa alasan. Bergvall dinilai memiliki profil ideal untuk model rekrutmen jangka panjang yang tengah dibangun oleh pemilik klub, Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Ia sudah memiliki pengalaman di level tertinggi, namun usianya masih sangat muda sehingga potensi perkembangannya masih besar. Selain itu, fleksibilitas posisinya di lini tengah memberi nilai tambah bagi skema taktis Eddie Howe.
Namun, Tottenham tidak dalam posisi terdesak. Bergvall masih terikat kontrak hingga 2031, dan klub London utara itu dikabarkan baru akan mempertimbangkan penjualan jika ada tawaran yang mencapai angka £50 juta. Tawaran awal Newcastle yang mendekati angka tersebut menunjukkan bahwa negosiasi masih mungkin berlanjut. Menurut jurnalis Italia Fabio Gatto, perbedaan nilai antara kedua klub tidak dianggap sebagai hambatan yang tak terjembatani. Newcastle diyakini akan kembali dalam 24 hingga 72 jam ke depan dengan proposal yang lebih terstruktur, bukan sekadar menaikkan biaya transfer.
Di sisi lain, Bergvall sendiri dikabarkan terbuka untuk pindah. Kedatangan Mateus Fernandes dan Sandro Tonali dengan total biaya £185 juta membuat persaingan di lini tengah Tottenham semakin ketat. Bergvall disebut ingin mendapatkan jaminan waktu bermain reguler, sesuatu yang mungkin lebih mudah ia dapatkan di Newcastle. Situasi ini bisa menjadi celah yang dimanfaatkan oleh Eddie Howe untuk meyakinkan pemain tersebut.
Perkembangan ini menarik untuk dicermati dari sudut pandang sepak bola Indonesia. Meski tidak terlibat langsung, persaingan klub-klub Premier League dalam merebut pemain muda berbakat seperti Bergvall mencerminkan dinamika transfer yang kian kompetitif. Bagi penggemar sepak bola di Tanah Air, saga ini menjadi tontonan menarik yang menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa berlomba membangun skuad jangka panjang. Selain itu, keberhasilan Bergvall yang naik dari kasta kedua Swedia ke Premier League dalam tiga tahun bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bermimpi menembus liga top Eropa.
Mantan pemain Tottenham, Erik Edman, membandingkan Bergvall dengan Michael Carrick dan menyebutnya sebagai 'the real deal'. Pujian semacam itu menambah bobot reputasi sang pemain. Newcastle sendiri telah lama mencari pengisi lini tengah setelah beberapa kali gagal mendatangkan target di bursa sebelumnya. Kini, mereka tampaknya bertekad untuk tidak melewatkan kesempatan kedua.
Apakah Tottenham akan melunak? Atau justru Newcastle yang harus gigit jari? Yang jelas, saga transfer Lucas Bergvall masih panjang. Dengan waktu bursa yang masih tersisa, keputusan akhir akan sangat menentukan arah kebijakan rekrutmen kedua klub dalam beberapa musim ke depan.



