Drama TMO Warnai Kemenangan Dramatis Inggris atas Argentina di Nations Championship
Baca dalam 60 detik
- Inggris menang 31-24 atas Argentina setelah try kontroversial tuan rumah dianulir melalui TMO pada laga Nations Championship di Santiago del Estero.
- Pertandingan diwarnai tujuh kartu kuning, termasuk dua untuk Inggris yang harus bermain dengan 13 pemain di menit akhir.
- Kemenangan ini memperkuat posisi pelatih Steve Borthwick setelah sebelumnya hanya meraih satu kemenangan di Six Nations 2025.

Inggris mempertahankan keunggulan tipis 31-24 atas Argentina dalam laga Nations Championship yang berlangsung penuh kontroversi di Stadion Santiago del Estero, Sabtu (19/7/2025) waktu setempat. Keputusan wasit yang menganulir try Argentina pada detik-detik akhir menjadi titik krusial pertandingan yang diwarnai tujuh kartu kuning tersebut.
Wasit Angus Gardner sempat memberikan try kepada wing Argentina, Bautista Delguy, setelah ia menyentuh garis akhir. Namun, televisi match official (TMO) Brett Cronan bersikeras bahwa Delguy sudah keluar lapangan saat menerima bola. Gardner beberapa kali menyatakan tidak ada bukti jelas untuk membatalkan keputusan awal, tetapi akhirnya try tersebut dianulir. Keputusan ini memicu protes keras dari pemain Argentina yang langsung mengerumuni wasit saat peluit panjang dibunyikan.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Inggris yang harus bermain dengan 13 pemain di lima menit terakhir setelah dua pemain pengganti, Henry Pollock dan Emmanuel Iyogun, mendapat kartu kuning. Justo Piccardo sempat memperkecil ketertinggalan Argentina menjadi 31-24, tetapi kombinasi tekel Henry Slade dan Noah Caluori berhasil menggagalkan serangan balik terakhir tuan rumah.
Bagi pelatih Steve Borthwick, hasil ini menjadi angin segar setelah kritik tajam atas performa Inggris di Six Nations 2025 yang hanya meraih satu kemenanganโterburuk sejak turnamen diperluas dari Five Nations pada tahun 2000. Dukungan dari Rugby Football Union (RFU) membuat Borthwick tetap bertahan, dan dua kemenangan beruntun melawan Fiji dan Argentina kini membangun momentum positif menjelang pertandingan Nations Championship November mendatang.
Argentina sendiri tampil agresif sejak awal, tetapi disiplin yang buruk menjadi kelemahan utama. Selain kartu kuning untuk Mateo Carreras karena tekel tinggi, Joaquin Oviedo dan Santiago Carreras juga harus keluar lapangan sementara. Pelatih Felipe Contepomi mengakui bahwa timnya kehilangan kendali di babak pertama, tetapi bangkit di babak kedua meski akhirnya gagal menyamakan kedudukan.
Dari sisi taktik, Inggris menunjukkan peningkatan signifikan dalam serangan. Marcus Smith dan Immanuel Feyi-Waboso menjadi motor serangan dengan permainan cepat dan variasi umpan silang. Feyi-Waboso, yang baru bergabung dengan tim utama, tampil impresif dengan beberapa terobosan yang membahayakan pertahanan Argentina. Namun, masalah disiplin yang menyebabkan dua kartu kuning di akhir laga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, pertandingan ini menegaskan bahwa Nations Championship semakin kompetitif dengan kejutan-kejutan tak terduga. Inggris yang sebelumnya diragukan kini menunjukkan kebangkitan, sementara Argentina perlu memperbaiki konsistensi jika ingin bersaing di level tertinggi. Pertanyaan selanjutnya: mampukah Borthwick mempertahankan tren positif ini saat menghadapi lawan-lawan berat seperti Selandia Baru dan Afrika Selatan di akhir tahun?



