Mengapa Manchester United Memburu Jean-Philippe Mateta: Calon Robin van Persie Era Baru?
Baca dalam 60 detik
- Manchester United tengah mempercepat negosiasi dengan Crystal Palace untuk mendatangkan Jean-Philippe Mateta dengan banderol sekitar ยฃ25 juta, setara dengan harga Robin van Persie 14 tahun lalu.
- Mateta, yang disebut Wayne Rooney sebagai salah satu striker terbaik Eropa, mencetak 52 gol dalam tiga musim terakhir dan unggul dalam duel udara, menjadi opsi murah di tengah belanja besar United.
- Kedatangan Mateta diharapkan menjadi katalis serangan United seperti van Persie pada 2012, dengan potensi meningkatkan produktivitas lini depan tanpa menguras anggaran.

Manchester United kembali membidik striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, sebagai target utama bursa transfer musim panas ini. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengulang sukses transfer Robin van Persie pada 2012, di mana United mendatangkan pemain berpengalaman dari klub rival Premier League dengan harga yang dianggap murah.
Menurut jurnalis Rudy Galetti, United yang kini diasuh Michael Carrick telah memulai pembicaraan serius dengan Palace. Mateta, yang kontraknya tersisa satu tahun, diperkirakan bisa ditebus dengan nilai sekitar ยฃ25 jutaโangka yang sangat terjangkau di tengah inflasi pasar pemain. Sebagai perbandingan, musim panas lalu United menggelontorkan lebih dari ยฃ200 juta untuk mendatangkan Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko.
Keputusan mengejar Mateta tak lepas dari produktivitasnya yang konsisten. Dalam tiga musim terakhir, pemain berusia 29 tahun itu mengoleksi 52 gol di semua kompetisi. Pada musim 2025/26, ia mencetak 12 gol Premier League, melampaui catatan Sesko yang dibeli seharga ยฃ70 juta dari RB Leipzig. Legenda United, Wayne Rooney, bahkan menjulukinya sebagai "salah satu striker terbaik Eropa".
Lebih dari sekadar pencetak gol, Mateta menawarkan kemampuan bermain sebagai target man yang kuat. Tingginya 192 cm dan penguasaan duel udara membuatnya ideal sebagai ujung tombak yang bisa membuka ruang bagi pemain sayap seperti Mbeumo dan Cunha. Gaya bermain ini mengingatkan pada peran van Persie yang menjadi fokus serangan United di bawah Sir Alex Ferguson.
Transfer van Persie dari Arsenal pada 2012 menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah United. Dengan biaya ยฃ24 juta, ia mencetak 30 gol di musim perdananya dan membawa United meraih gelar Premier League. Kini, United berharap Mateta bisa memberikan dampak serupa, meski tantangannya lebih berat karena persaingan di papan atas kian ketat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah ini menarik karena menunjukkan strategi United yang mulai beralih dari pemborosan ke pembelian cerdas. Di tengah dominasi klub-klub kaya seperti Manchester City dan Chelsea, kemampuan United memanfaatkan pemain dengan nilai sisa tinggi bisa menjadi pembeda. Jika Mateta beradaptasi cepat, ia bisa menjadi andalan lini depan yang selama ini diincar publik Old Trafford.
Namun, ada risiko yang melekat. Usia Mateta yang menginjak 29 tahun berarti masa puncaknya mungkin hanya 2-3 musim lagi. Pertanyaannya, apakah ia bisa mempertahankan konsistensi seperti van Persie yang tetap tajam hingga usia 31 tahun? Atau akankah ia menjadi pembelian yang hanya bersinar sesaat?



