Bek Timnas Mesir Hossam Abdelmaguid Resmi Berlabuh ke Ludogorets
Baca dalam 60 detik
- Hossam Abdelmaguid, bek andalan Mesir di Piala Dunia 2026, resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Ludogorets setelah dilepas Zamalek.
- Pemain berusia 25 tahun itu menjadi pahlawan kemenangan Mesir atas Australia di babak 32 besar sebelum akhirnya tersingkir oleh Argentina.
- Transfer ini memperkuat skuad Ludogorets yang tengah bersiap menghadapi kualifikasi Liga Champions Eropa musim depan.

Bek tim nasional Mesir, Hossam Abdelmaguid, resmi bergabung dengan raksasa Liga Bulgaria, Ludogorets, setelah menyelesaikan transfer dari Zamalek pada Sabtu (18/7). Langkah ini menjadi babak baru bagi pemain berusia 25 tahun yang baru saja tampil gemilang di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Abdelmaguid menjadi sorotan setelah mencetak gol penalti kemenangan melawan Australia di babak 32 besar, yang membawa Mesir lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina 3-2 di babak berikutnya, performa Abdelmaguid di turnamen tersebut menegaskan kualitasnya sebagai bek tangguh.
Bersama Zamalek, Abdelmaguid telah mengoleksi tiga gelar juara Liga Mesir, termasuk musim lalu di mana ia menjadi pilar utama di lini belakang. Dengan 15 caps internasional, pengalamannya di level tertinggi menjadi aset berharga bagi Ludogorets, klub yang telah 14 kali meraih gelar juara Liga Bulgaria.
Bagi sepak bola Indonesia, transfer ini menjadi pengingat bahwa pemain dari kawasan Afrika dan Timur Tengah semakin dilirik klub Eropa. Ludogorets sendiri dikenal sebagai klub yang kerap menjadi batu loncatan pemain ke liga top Eropa, seperti yang terjadi pada beberapa pemain Brasil sebelumnya.
Menurut analis sepak bola Eropa Timur, langkah Abdelmaguid ke Ludogorets dinilai strategis. Klub asal Razgrad itu dikenal memiliki program pengembangan pemain yang solid dan rutin berlaga di kompetisi Eropa. "Ini kesempatan baginya untuk unjuk kemampuan di panggung yang lebih luas, terutama jika Ludogorets lolos ke fase grup Liga Champions," ujar seorang pengamat.
Bagi Zamalek, kepergian Abdelmaguid tentu meninggalkan lubang di lini belakang. Namun, klub asal Kairo itu telah terbiasa melepas pemain bintangnya ke Eropa dan memiliki sistem pembinaan yang mumpuni untuk menghasilkan pengganti.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada bagaimana Abdelmaguid beradaptasi dengan gaya sepak bola Bulgaria yang lebih fisik dan cepat. Jika sukses, bukan tidak mungkin ia akan menjadi incaran klub-klub dari liga top Eropa dalam beberapa musim mendatang. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengulang performa impresifnya seperti saat Piala Dunia?



