Misteri Kehilangan Tenaga di Lurus: George Russell Frustrasi, Mercedes Kebingungan
Baca dalam 60 detik
- George Russell kehilangan 0,2-0,6 detik per lap di lintasan lurus, membuatnya tertinggal 0,508 detik dari rekan setim Kimi Antonelli di kualifikasi GP Belgia.
- Mercedes mengakui ada masalah yang belum terjelaskan pada straight-line speed, bukan semata gaya balap Russell, dan tengah menyelidiki penyebabnya.
- Regulasi mesin 2026 yang boros energi dikritik karena mengurangi tantangan sirkuit seperti Pouhon, memicu perubahan rasio daya pada 2027-2028.

George Russell mengaku frustrasi setelah kehilangan waktu signifikan di lintasan lurus sepanjang akhir pekan GP Belgia, sebuah masalah yang menurutnya membuat persaingan gelar juara melawan rekan setim Kimi Antonelli menjadi mustahil. Pebalap Mercedes itu start dari posisi keempat setelah kualifikasi, tertinggal 0,508 detik dari Antonelli yang merebut posisi terdepan keenamnya musim ini.
Russell menyebut lebih dari 75 persen defisitnya berasal dari sektor lurus, bukan tikungan. "Ketika Anda melihat di papan, Anda kehilangan setengah detik, rasanya menyebalkan. Tapi ketika sadar 75 persennya dari unit daya, Anda merasa sedikit lebih baik," ujarnya. Ia mengaku kehilangan 0,2 hingga 0,6 detik per lap di lintasan lurus, dan bahkan pada putaran terakhir kualifikasi, ia kehilangan 0,15 detik tambahan tanpa sebab jelas.
Mercedes awalnya mengira masalah terletak pada gaya balap Russell di tikungan kecepatan menengah-tinggi di sektor kedua. Namun setelah perbaikan signifikan dari sisi pengemudi, tim masih mendapati perbedaan kecepatan lurus yang tak bisa dijelaskan. Direktur teknik lintasan Mercedes, Andrew Shovlin, mengonfirmasi bahwa Russell terus mengalami masalah pengeluaran energi (deployment) menjelang chicane terakhir, dan tim sedang menyelidiki secara prioritas. "Ada kehilangan jelas yang tidak bisa kami jelaskan dari gaya balap," katanya.
Masalah ini menjadi sorotan di tengah kritik terhadap regulasi mesin 2026 yang membuat sirkuit seperti Spa-Francorchamps kehilangan karakternya. Tikungan ikonik Pouhon, yang sebelumnya menantang, kini bisa dilalui full throttle dengan mudah karena kekurangan energi listrik di sektor kedua. Pebalap Red Bull Max Verstappen menyebutnya sebagai "Spa yang berbeda", sementara Lando Norris dari McLaren mengatakan Pouhon "bukan tikungan lagi".
Carlos Sainz dari Williams menyesalkan bahwa kualifikasi tidak lagi semenarik tahun lalu. "Siapa pun yang melihat simulasi pada 2022-2023 dan tidak bertanya 'bagaimana kita bisa menerima ini?' perlu meninjau ulang apa yang terjadi," tegasnya. Sementara itu, bos tim McLaren Andrea Stella membela regulasi dengan alasan peningkatan overtaking sebagai sisi positif dari kelangkaan energi.
F1 telah mengambil langkah perbaikan pada awal musim ini dan berencana mengubah rasio daya internal combustion terhadap listrik dari 50:50 menjadi 60:40 secara bertahap hingga 2028. Namun, untuk GP Belgia akhir pekan ini, Antonelli tampak berada di kelas tersendiri. Kekhawatiran utamanya adalah melindungi posisi terdepan dari slipstream di tikungan pertama. Verstappen mengakui kesenjangan kecepatan dengan Antonelli terlalu besar, bahkan dengan bantuan draft dari rekan setimnya.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Mercedes menemukan sumber masalah straight-line speed sebelum balapan, atau akankah dominasi Antonelli berlanjut tanpa perlawanan berarti? Satu hal yang pasti, regulasi mesin 2026 telah membuka luka baru di olahraga ini yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sembuh.



