Tanpa Smartphone, Christopher Nolan Hubungi Matt Damon via Telepon Umum untuk 'The Odyssey'
Baca dalam 60 detik
- Sutradara Christopher Nolan, yang tidak memiliki ponsel pintar, menghubungi Matt Damon melalui telepon dari nomor tak dikenal untuk menawarkan peran dalam film 'The Odyssey'.
- Istri Nolan, Emma Thomas, bertugas sebagai perantara dengan mengirim pesan teks kepada para aktor sebelum sang sutradara menelepon dari saluran Universal Studios.
- Nolan mengaku sengaja tidak menulis karakter berdasarkan aktor tertentu agar proses kreatif tidak terbatas, baru setelah naskah rampung ia memikirkan pemeran yang cocok.

Matt Damon baru-baru ini mengungkapkan bagaimana sutradara Christopher Nolan menghubunginya untuk membintangi film terbaru The Odyssey—tanpa menggunakan ponsel pintar, pesan teks, atau surel. Nolan, yang dikenal sebagai sineas dengan kebiasaan unik, justru menelepon Damon dari nomor yang tidak dikenal, sebuah metode yang sudah lazim dalam komunikasi mereka.
Dalam wawancara dengan majalah PEOPLE, Damon menceritakan bahwa istri Nolan, produser Emma Thomas, terlebih dahulu mengiriminya pesan teks untuk menanyakan apakah ia tersedia menerima telepon. "Chris terkenal tidak punya ponsel," ujar Damon. Setelah konfirmasi, Damon menerima panggilan dari nomor tanpa identitas, yang ternyata berasal dari saluran telepon di Universal Studios. Nolan sendiri, dalam pernyataannya kepada The Hollywood Reporter pada 2023, mengaku tidak menggunakan ponsel karena alasan "gangguan" dan juga tidak memakai teks atau surel untuk berkomunikasi. Bahkan ia pun tidak tahu nomor berapa yang akan muncul saat menelepon.
Percakapan antara Nolan dan Damon berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Awalnya Damon mengira mereka hanya berbincang santai, mengingat baru enam bulan setelah Oppenheimer meraih kesuksesan di Oscar. Namun, Nolan tiba-tiba mengungkapkan rencananya untuk kembali bekerja dengan mengadaptasi epos Yunani kuno karya Homer, The Odyssey. "Saya pikir kami hanya saling menyapa, lalu dia tiba-tiba bilang, 'Ya, aku berpikir untuk kembali bekerja.' Saya pun terkejut," kenang Damon.
Yang menarik, Nolan mengaku tidak menulis karakter Odysseus dan Penelope dengan membayangkan Damon atau Anne Hathaway. Dalam proses kreatifnya, ia lebih suka menemukan karakter melalui penulisan naskah tanpa terikat pada aktor tertentu. "Jika Anda memiliki aktor dalam pikiran saat menulis, itu akan membatasi karakter karena Anda menulis berdasarkan apa yang telah Anda lihat dilakukan aktor sebelumnya," jelas Nolan. Baru setelah naskah selesai, ia mulai memikirkan aktor yang paling cocok. "Itulah bagian yang menyenangkan—bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Matt minggu ini atau apakah saya harus menelepon Anne," tambahnya.
Bagi penggemar film di Indonesia, kabar ini memberikan gambaran tentang metode kerja unik salah satu sutradara paling berpengaruh saat ini. Nolan, yang film-filmnya seperti Inception dan Interstellar memiliki basis penggemar besar di tanah air, kembali menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu bergantung pada teknologi modern. Sementara sebagian besar industri film bergantung pada komunikasi instan, Nolan justru memilih pendekatan analog yang personal. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi sineas lokal untuk mengeksplorasi metode komunikasi yang lebih langsung dan mendalam dalam proses produksi.
Film The Odyssey sendiri mengisahkan perjalanan panjang dan penuh rintangan Odysseus (Damon) kembali ke Ithaca setelah Perang Troya, untuk bersatu kembali dengan istrinya Penelope (Hathaway). Selain Damon dan Hathaway, film ini juga dibintangi Tom Holland sebagai Telemachus, Zendaya sebagai Athena, Elliot Page sebagai Sinon, dan Lupita Nyong'o sebagai Helen of Troy dan Clytemnestra. Dengan pendekatan narasi epik khas Nolan, akankah film ini mampu menyajikan interpretasi segar dari kisah klasik yang telah diadaptasi berkali-kali? Publik tentu menantikan gebrakan berikutnya dari sang maestro.



