Badai Petir Gagalkan Latihan Terakhir Spanyol Jelang Final Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Hujan deras dan petir memaksa Spanyol membatalkan sesi latihan terakhir di New Jersey, sementara Argentina tetap berlatih setelah penundaan.
- Protokol keselamatan AS mewajibkan penghentian aktivitas luar ruang jika ada petir dalam radius delapan mil, tanpa opsi jadwal pengganti dari FIFA.
- Final antara Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium berlangsung Minggu, dengan Argentina berpeluang menjadi tim ketiga yang mempertahankan gelar.

Badai petir yang melanda kawasan New York dan New Jersey pada Sabtu (20/7) memaksa tim nasional Spanyol membatalkan sesi latihan terakhir mereka menjelang final Piala Dunia. Skuad asuhan Luis de la Fuente seharusnya berlatih di Melanie Lane Training Ground, New Jersey, namun aktivitas dihentikan setelah sambaran petir terdeteksi dalam radius delapan mil dari lokasi.
Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menyatakan bahwa latihan dihentikan sesuai protokol keselamatan badai Amerika Serikat. Para pemain hanya menjalani pemanasan di dalam ruangan. Sementara itu, Argentina yang menjadi lawan di final hanya mengalami penundaan 45 menit dan tetap bisa berlatih di Morristown, sekitar lima mil dari tempat latihan Spanyol.
Protokol keselamatan AS mewajibkan penghentian semua kegiatan olahraga luar ruang jika ada petir dalam radius delapan mil. Aktivitas baru boleh dilanjutkan jika tidak ada sambaran petir selama minimal 30 menit. FIFA menegaskan tidak ada slot waktu pengganti bagi Spanyol untuk berlatih pada hari yang sama.
Cuaca ekstrem bukan satu-satunya gangguan. Sebelumnya, pekan ini New York dan New Jersey juga mengeluarkan peringatan kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Kanada. Kondisi ini menambah tantangan bagi tim yang akan bertanding di final.
Bagi Indonesia, cuaca ekstrem di Amerika Serikat menjadi pengingat akan pentingnya protokol keselamatan dalam penyelenggaraan event olahraga internasional. Dengan iklim tropis yang rawan badai, Indonesia perlu mengadopsi standar serupa untuk melindungi atlet dan penonton. Selain itu, keberhasilan Argentina dan Spanyol mencapai final menunjukkan dominasi sepak bola Eropa dan Amerika Latin, yang bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan sepak bola nasional.
Argentina berambisi menjadi negara ketiga yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia, setelah Italia (1934, 1938) dan Brasil (1958, 1962). Spanyol, sebagai juara Eropa, ingin merebut trofi untuk pertama kalinya sejak 2010. Pertandingan final diprediksi berlangsung ketat, dengan kedua tim memiliki motivasi besar. Pertanyaannya, apakah cuaca buruk akan kembali mengganggu jalannya laga puncak?



