Folarin Balogun: Target Baru Leeds United untuk Mengulang Era Keemasan Viduka
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan siap menggelontorkan dana 40 juta pound untuk merekrut penyerang AS Folarin Balogun, yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026.
- Manajemen Leeds belajar dari kegagalan masa lalu saat Patrick Bamford meredup setelah musim gemilang, sehingga mereka ingin memperkuat lini depan sebelum ketergantungan pada Dominic Calvert-Lewin menjadi bumerang.
- Balogun, dengan kecepatan dan ketajamannya, dinilai mampu menjadi tandem ideal Calvert-Lewin dan mengembalikan kejayaan Leeds seperti era Mark Viduka.

Leeds United tengah mempertimbangkan langkah berani di bursa transfer musim panas ini dengan membidik penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, sebagai investasi jangka panjang di lini depan. Klub asal Yorkshire itu disebut siap mengeluarkan dana sekitar 40 juta poundsterling untuk memboyong pemain Monaco tersebut, yang namanya melesat setelah menjadi salah satu bintang Piala Dunia 2026.
Keputusan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa ketergantungan pada Dominic Calvert-Lewin bisa berujung pada nasib serupa yang menimpa Patrick Bamford beberapa tahun lalu. Bamford, yang sempat menjadi pahlawan dengan 17 gol di musim pertama Leeds kembali ke Premier League, kemudian meredup drastis dan hanya mencetak dua gol di musim berikutnya. Pelajaran pahit itu membuat manajemen Leeds, yang kini dipegang 49ers Enterprises, tak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
Calvert-Lewin sendiri telah membuktikan diri sebagai andalan dengan 14 golnya musim lalu, yang nyaris menyelamatkan Leeds dari degradasi. Namun, sejarah menunjukkan bahwa performa seorang striker bisa menurun drastis tanpa adanya persaingan dan opsi pelapis yang mumpuni. Kegagalan Leeds di era Bamford—dengan rekrutan mahal seperti Rodrigo (27 juta pound) dan Georginio Rutter (35,5 juta pound) yang tak sesuai harapan—menjadi pengingat bahwa memperkuat skuad saat berada di puncak adalah sebuah keharusan.
Folarin Balogun, 25 tahun, bukanlah nama asing di kancah sepak bola Eropa. Mantan pemain akademi Arsenal ini sempat menjalani masa peminjaman gemilang di Reims dengan 22 gol di Ligue 1, yang kemudian membawanya pindah permanen ke Monaco. Meski dua musim pertamanya di Monako kurang konsisten (total 12 gol), musim 2025/26 menjadi titik balik ketika ia mencetak 19 gol di semua kompetisi. Performa apik itu berlanjut di Piala Dunia 2026, di mana ia mencetak tiga gol dalam lima pertandingan dan menjadi sorotan meski sempat terlibat kontroversi kartu merah.
Dari segi gaya bermain, Balogun menawarkan dimensi berbeda dibandingkan Calvert-Lewin. Jika Calvert-Lewin lebih mengandalkan kekuatan fisik dan permainan bertahan, Balogun adalah striker yang lincah, cepat, dan gemar menusuk dari belakang. Kombinasi keduanya bisa menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan, seperti yang sempat dicoba pelatih Daniel Farke dengan formasi dua penyerang pada paruh kedua musim lalu.
Ketertarikan Leeds pada Balogun juga menunjukkan ambisi klub untuk kembali bersaing di papan atas Premier League, setelah sekian lama hanya mengandalkan striker-striker yang tak mampu mengulang kejayaan era Jimmy Floyd Hasselbaink dan Mark Viduka. Viduka, yang menjadi ikon Elland Road dengan 72 gol, adalah standar tertinggi yang ingin dicapai kembali oleh Leeds. Meskipun Balogun memiliki tipikal berbeda—lebih mengandalkan kecepatan daripada kekuatan—catatan golnya di Prancis dan panggung internasional membuktikan bahwa ia layak dipertimbangkan.
Namun, ada risiko yang tak bisa diabaikan. Adaptasi pemain Ligue 1 ke Premier League tak selalu mulus, dan banderol 40 juta pound jelas bukan angka yang kecil. Leeds juga harus bersaing dengan klub-klub seperti Nottingham Forest, Sunderland, dan Everton yang juga dikabarkan mengincar tanda tangan Balogun. Pertanyaannya, apakah Leeds berani mengambil risiko demi mengamankan masa depan lini depan mereka, atau justru akan kembali terjebak dalam siklus ketergantungan pada satu striker?
Keputusan di bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi ambisi jangka panjang Leeds United. Jika berhasil mendatangkan Balogun, bukan tidak mungkin Elland Road akan kembali menyaksikan duet penyerang mematikan yang mampu membawa klub kembali ke papan atas—seperti yang terakhir kali terjadi pada era Viduka dan Hasselbaink.



