Kehilangan Summerville, Roma Gencar Buru Tiga Alternatif Mahal
Baca dalam 60 detik
- Roma kehilangan target utama Summerville setelah Al-Hilal menggelontorkan €80 juta, memaksa klub mencari opsi lain.
- Antonio Nusa, Diego Moreira, dan Andreas Schjelderup masuk daftar belanja, namun masing-masing memiliki kendala harga dan persaingan.
- Dengan anggaran terbatas, Roma harus bersaing dengan klub-klub besar Eropa dan Arab Saudi untuk mengamankan penyerang baru.

Roma kembali harus memutar otak di bursa transfer setelah gagal mengamankan tanda tangan Crysencio Summerville. Klub asal Ibu Kota Italia itu kehilangan pemain sayap West Ham United tersebut setelah Al-Hilal, klub Saudi Pro League, mengajukan tawaran senilai €80 juta—jauh di atas estimasi awal Roma yang hanya €50 juta.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi skema serangan yang dirancang pelatih Gian Piero Gasperini. Sebelumnya, Roma juga sudah gagal mendapatkan Mason Greenwood yang memilih Fenerbahce. Kini, daftar incaran pun bergeser ke tiga nama: Antonio Nusa, Diego Moreira, dan Andreas Schjelderup.
Nusa, pemain sayap Norwegia berusia 21 tahun, menjadi prioritas utama meski persaingannya sangat ketat. Klub-klub seperti Arsenal, Newcastle United, Atletico Madrid, Bayern Munchen, dan Napoli dikabarkan juga mengincarnya. Harga €45 juta yang diminta RB Leipzig mungkin masih masuk akal, tetapi Roma harus bergerak cepat sebelum klub lain menyodorkan tawaran lebih tinggi.
Opsi yang lebih realistis adalah Diego Moreira. Pemain berusia 22 tahun yang membela Belgia di Piala Dunia itu saat ini bermain untuk RC Strasbourg, namun Chelsea masih memiliki hak beli pertama. Musim lalu, Moreira mencatat lima gol dan sembilan assist dalam 42 pertandingan. Namun, tawaran awal Roma sebesar €30 juta ditolak, dan Strasbourg mematok harga sekitar €50 juta.
Satu nama yang muncul dalam 24 jam terakhir adalah Andreas Schjelderup. Pemain sayap Norwegia berusia 22 tahun ini bersaing dengan Nusa di timnas. Benfica membelinya dari Nordsjaelland pada 2023 dan kontraknya berlaku hingga 2028. Namun, kabar dari Portugal menyebutkan bahwa Benfica menginginkan €80 juta—angka yang mustahil bagi Roma yang memiliki anggaran terbatas.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan betapa ketatnya persaingan di bursa transfer Eropa. Klub-klub Liga Italia seperti Roma harus bersaing tidak hanya dengan raksasa Premier League, tetapi juga dengan klub-klub kaya dari Arab Saudi yang mampu menawarkan gaji berlipat. Kondisi ini bisa berdampak pada strategi klub-klub Italia dalam merekrut pemain, termasuk kemungkinan melirik pemain dari Asia Tenggara yang lebih terjangkau.
Dengan waktu bursa yang semakin sempit, Roma harus segera menentukan pilihan. Jika ketiga target utama gagal, bukan tidak mungkin Gasperini harus kembali ke papan gambar dan mencari opsi lain yang lebih murah. Pertanyaan besarnya: mampukah Roma bersaing di level tertinggi tanpa pengeluaran besar?



