Chick-fil-A Ekspansi ke Gerai Kedua di Singapura, Kurang dari Setahun Setelah Debut Asia
Baca dalam 60 detik
- Chick-fil-A membuka cabang kedua di Millenia Walk pada 30 Juli, dipimpin oleh owner-operator lokal Deborah Ku.
- Ekspansi ini terjadi hanya delapan bulan setelah gerai perdananya di Bugis+, menandai strategi agresif di pasar Asia Tenggara.
- Perusahaan menyumbangkan S$25.000 ke Food Bank Singapore untuk program bantuan pangan mahasiswa, memperkuat citra tanggung jawab sosial.

American fast-food chain Chick-fil-A akan membuka gerai keduanya di Singapura pada 30 Juli mendatang, tepatnya di Millenia Walk. Langkah ini terjadi kurang dari setahun setelah perusahaan memulai debutnya di Asia melalui cabang Bugis+ pada Desember 2025, menandai percepatan ekspansi di kawasan yang semakin kompetitif.
Gerai baru ini akan dipimpin oleh Deborah Ku, owner-operator lokal kedua Chick-fil-A Singapura setelah Chyn Koh yang mengelola cabang Bugis+. Ku, yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri makanan dan minuman, tumbuh membantu bisnis restoran prasmanan keluarganya. Kepemimpinan lokal ini menjadi strategi kunci perusahaan untuk beradaptasi dengan selera dan budaya setempat.
Menu yang ditawarkan di Millenia Walk tetap mengusung andalan Chick-fil-A, seperti chicken sandwich, kentang goreng waffle, dan dessert soft-serve, ditambah menu expanded yang diperkenalkan pada Juni lalu dan sudah tersedia di gerai pertama. Jam operasional cabang baru adalah pukul 10.30 hingga 21.30 setiap hari, sementara Bugis+ buka pukul 10.00 hingga 22.00. Kedua gerai tutup pada hari Minggu, Hari Natal, dan hari pertama Tahun Baru Imlek.
Untuk merayakan pembukaan, Chick-fil-A mendonasikan S$25.000 (sekitar US$19.360) ke The Food Bank Singapore. Dana tersebut akan mendukung inisiatif bantuan pangan baru yang menyasar mahasiswa tingkat perguruan tinggi, yang dijadwalkan diluncurkan pada kuartal keempat 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap isu kerawanan pangan di kalangan pelajar, sekaligus membangun citra positif di mata konsumen.
Bagi Indonesia, ekspansi Chick-fil-A di Singapura menjadi sinyal potensi masuknya merek ini ke pasar domestik. Dengan populasi Muslim yang besar, tantangan utama adalah sertifikasi halal, yang belum dimiliki Chick-fil-A di sebagian besar gerainya. Namun, kesuksesan di Singapura โ yang memiliki keragaman budaya dan regulasi pangan ketat โ bisa menjadi batu loncatan untuk menjajaki Indonesia, terutama jika perusahaan beradaptasi dengan standar halal.
Menurut analis industri, strategi owner-operator lokal seperti yang diterapkan di Singapura memungkinkan Chick-fil-A untuk lebih lincah dalam menavigasi preferensi konsumen dan regulasi setempat. Model ini juga mengurangi risiko ekspansi langsung yang sering dihadapi merek asing di Asia Tenggara.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah seberapa cepat Chick-fil-A akan melanjutkan ekspansinya di Asia, dan apakah Indonesia akan menjadi target berikutnya. Dengan persaingan ketat di sektor fast-food chicken โ dari KFC hingga Texas Chicken โ kehadiran Chick-fil-A bisa mengubah peta persaingan, terutama jika mampu menawarkan diferensiasi rasa dan pengalaman pelanggan yang khas.



