Palladino Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Italia, Bersaing dengan Pirlo dan Mancini
Baca dalam 60 detik
- Raffaele Palladino, pelatih tanpa klub setelah hengkang dari Atalanta, muncul sebagai kandidat baru pelatih Italia menggantikan Gennaro Gattuso.
- Andrea Pirlo, Roberto Mancini, dan Antonio Conte juga disebut dalam bursa calon, dengan Paolo Maldini dan Leonardo sebagai pencari bakat.
- Palladino dikenal sebagai produk didikan Gasperini dan sukses membawa Fiorentina ke semifinal Conference League serta menyelamatkan Atalanta dari degradasi.

Nama Raffaele Palladino tiba-tiba mencuat dalam perburuan kursi pelatih Timnas Italia. Pelatih berusia 42 tahun yang saat ini menganggur setelah meninggalkan Atalanta disebut-sebut sebagai kandidat kuat, bersaing dengan sederet nama besar seperti Andrea Pirlo, Roberto Mancini, dan Antonio Conte.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah bergerak cepat mencari pengganti Gennaro Gattuso yang hengkang. Tugas ini dipercayakan kepada direktur teknis Paolo Maldini dan penasihatnya, Leonardo, yang diminta menyusun daftar calon ideal. Keputusan diharapkan rampung dalam beberapa pekan ke depan, mengingat jadwal kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah di depan mata.
Palladino bukanlah nama asing di sepak bola Italia. Ia memulai karier kepelatihan di Monza pada 2022, lalu menangani Fiorentina semusim penuh (2024-25) dan berhasil membawa La Viola ke semifinal Conference League. Pada November 2025, ia mengambil alih Atalanta dari Ivan Juric saat tim berada di zona degradasi, dan sukses mengangkat mereka ke posisi aman serta lolos ke Conference League dan semifinal Coppa Italia. Namun, perbedaan visi dengan manajemen membuatnya memilih hengkang.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh Tuttosport, yang menyebut Palladino sebagai opsi mengejutkan namun masuk akal. Gaya kepelatihannya yang terinspirasi dari Gian Piero Gasperini—dengan pressing agresif dan transisi cepat—dianggap cocok untuk merevitalisasi skuad Italia yang tengah dalam masa transisi. Dibandingkan Pirlo yang minim pengalaman di level klub, atau Mancini dan Conte yang sudah lama tidak menangani tim nasional, Palladino menawarkan perspektif segar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena Italia selalu menjadi salah satu tim yang paling banyak diikuti. Gaya permainan ala Gasperini yang diterapkan Palladino bisa menjadi tontonan atraktif, berbeda dengan pendekatan pragmatis yang kerap diasosiasikan dengan sepak bola Italia. Jika terpilih, ia akan menjadi pelatih termuda Italia sejak era 1990-an.
Namun, tantangan besar menanti. Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan harus membangun kembali kepercayaan diri. Dengan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan dimulai tahun depan, FIGC tidak punya banyak waktu untuk bereksperimen. Pertanyaan besarnya: akankah Palladino—yang baru dua musim penuh sebagai pelatih—mampu mengemban tanggung jawab sebesar itu?



