Truk Fuso Rem Blong di Sibolangit Tewaskan Empat Orang, Sopir Dibekuk
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan beruntun di Sibolangit melibatkan truk Fuso bermuatan galon air mineral yang diduga mengalami rem blong, menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya.
- Polisi telah mengamankan sopir truk, Ilham (50), untuk penyelidikan lebih lanjut di Polsek Pancur Batu.
- Peristiwa ini menyoroti kembali persoalan keselamatan jalan di jalur menurun rawan kecelakaan, khususnya di kawasan Sumatera Utara.

Kecelakaan maut terjadi di jalur Sibolangit, Deliserdang, Jumat pagi, ketika sebuah truk Fuso yang diduga mengalami rem blong menabrak delapan kendaraan dan merenggut nyawa empat orang. Sopir truk, Ilham (50), kini telah ditahan polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Jamin Ginting Km 44-45, tepat di depan Rumah Makan Garuda Grand Hill, Desa Suka Makmur. Truk yang melaju dari arah Karo menuju Medan itu tiba-tiba kehilangan kendali dan menghantam dua truk cool diesel, lima minibus, serta satu sepeda motor yang ada di depannya. Benturan beruntun menyebabkan kendaraan ringsek parah dan menutup total badan jalan selama beberapa jam.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, mengonfirmasi bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah rem blong. "Satu orang yang diduga pelaku sudah diamankan di Polsek Pancur Batu. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan," ujarnya. Polisi masih mendalami apakah faktor teknis atau human error menjadi pemicu utama.
Korban luka yang dirawat di RSUP H Adam Malik terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, termasuk seorang anak berusia 11 tahun, Five Sitinjak, yang mengalami pendarahan kepala cukup hebat. Manajer Hukum dan Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menyebutkan lima korban lainnya menderita patah tulang tangan dan kaki serta luka lecet. Satu korban meninggal tambahanโseorang pria 38 tahun warga Sibolangitโjuga dibawa ke rumah sakit yang sama oleh pihak kepolisian.
Kecelakaan ini kembali membuka luka soal keselamatan di jalur Sibolangit yang terkenal curam dan berkelok. Sepanjang 2024, data kepolisian mencatat setidaknya 12 kecelakaan besar di ruas jalan tersebut, sebagian besar melibatkan kendaraan berat. Pengamat transportasi dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Ir. Zulkifli Nasution, menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengereman truk angkutan yang melintas. "Rem blong sering terjadi karena overloading atau perawatan yang tidak memadai. Pengawasan di pos pemeriksaan kendaraan berat harus diperketat," ujarnya.
Arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat lumpuh total selama lebih dari dua jam. Petugas kepolisian dari Polrestabes Medan dan Polsek Pancur Batu bergerak cepat mengevakuasi kendaraan ke sisi jalan. Hingga siang hari, lalu lintas dua arah dari Medan dan Tanah Karo sudah kembali normal. Jasaraharja juga telah turun untuk mendampingi proses klaim asuransi bagi para korban.
Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah kecelakaan beruntun ini akan mendorong pemerintah daerah dan kepolisian untuk menerapkan kebijakan larangan truk bermuatan berat melintas di jam sibuk atau mewajibkan rem tambahan di jalur menurun? Tanpa langkah konkret, Sibolangit akan terus menjadi titik hitam yang menanti korban berikutnya.



