Piala Dunia 2026: Harga Djed Spence Meroket, Inter Milan Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Penampilan impresif Djed Spence bersama Inggris di Piala Dunia 2026 membuat Tottenham menaikkan banderolnya menjadi โฌ35 juta.
- Inter Milan yang sempat berharap mendapat diskon kini harus merogoh kocek lebih dalam, meski Spence sendiri tertarik pindah.
- Kenaikan harga ini bisa memicu Spence untuk memaksakan hengkang, sebuah tren yang makin umum di bursa transfer modern.

Penampilan gemilang Djed Spence bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 tak hanya mengangkat namanya, tetapi juga membuat banderolnya melambung. Tottenham Hotspur, klub pemilik bek sayap berusia 25 tahun itu, dikabarkan telah menaikkan harga jualnya menjadi โฌ35 juta (sekitar ยฃ30 juta), membuat Inter Milan yang semula berharap mendapatkan diskon harus berpikir ulang.
Spence, yang sebelumnya hanya menjadi pemain pelapis dan terpinggirkan di Tottenham, justru menjadi salah satu cerita sukses Inggris di turnamen ini. Momen puncaknya terjadi saat ia masuk sebagai pemain pengganti melawan Norwegia di perempat final. Dalam 34 menit di lapangan, ia mencatat tujuh kontribusi defensif, memenangkan tiga dari empat duel tanah dan satu duel udara, serta menyelesaikan 12 dari 14 umpannya dengan energi yang mengesankan.
Pujian pun mengalir dari para legenda sepak bola Inggris. Rio Ferdinand, mantan bek Manchester United dan Inggris, secara khusus meminta publik untuk "menghormati namanya". Alan Shearer, legenda Newcastle, bahkan menyebut Spence layak menjadi pemain terbaik dalam laga melawan Argentina, di mana ia sukses meredam pergerakan Lionel Messi dan melakukan tekel krusial untuk menggagalkan peluang Giuliano Simeone.
Kenaikan harga ini menjadi pukulan telak bagi Inter Milan, yang sebelumnya mengincar Spence dengan harga miring karena ia tidak masuk dalam rencana pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi. Menurut laporan di Italia, minat Inter tak pernah padam, namun mereka kini menghadapi tugas yang lebih berat untuk merealisasikan transfer. Spence sendiri dikabarkan ingin bergabung dengan Inter demi bermain di Liga Champions musim depan, tetapi Tottenham tak mau melepasnya dengan harga murah.
Kondisi ini memunculkan skenario di mana Spence mungkin harus memaksakan kepergiannya, sebuah strategi yang kian lazim dilakukan pemain top dalam beberapa jendela transfer terakhir. Kedua klub dijadwalkan akan bertemu setelah Piala Dunia usai, tepatnya setelah Inggris memainkan laga perebutan tempat ketiga di Miami pada Sabtu mendatang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Spence menjadi contoh bagaimana performa di Piala Dunia bisa mengubah nilai pasar seorang pemain secara drastis. Ini juga mengingatkan pada fenomena pemain Asia Tenggara yang pernah bersinar di turnamen besar, meski belum ada yang mencapai level kenaikan nilai sebesar ini. Ke depannya, klub-klub Eropa mungkin akan lebih jeli memantau pemain yang tampil di Piala Dunia sebagai investasi potensial.
Pertanyaan besarnya: akankah Inter Milan bersedia membayar mahal, atau Spence harus mencari jalan keluar lain? Atau justru klub lain akan ikut melempar tawaran? Satu hal yang pasti, nama Djed Spence kini tak lagi bisa dianggap remeh di bursa transfer.



