Peringatan Kebakaran di The Open: Pegolf Dan Brown Ekstra Hati-hati Buang Puntung Rokok
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Inggris Dan Brown mengaku merokok tujuh hingga delapan batang selama putaran pertama The Open di Royal Birkdale, dan kini ekstra waspada membuang puntung rokok karena risiko kebakaran.
- Kondisi rumput kering akibat gelombang panas di Merseyside memicu kekhawatiran kebakaran, diperparah dengan rentetan kebakaran hutan di Inggris pekan ini.
- The R&A tidak melarang merokok di lapangan, tetapi mengimbau semua pihak membuang rokok dengan aman; Brown mengaku merokok untuk meredakan stres saat bertanding.

Pegolf asal Inggris, Dan Brown, harus berpikir dua kali sebelum membuang puntung rokok di tengah lapangan Royal Birkdale. Bukan karena aturan turnamen, melainkan ancaman kebakaran yang nyata di tengah musim panas yang ekstrem. Brown, yang mencatatkan skor 66 pada putaran pertama The Open ke-154, mengaku merokok tujuh hingga delapan batang selama 18 hole, dan kini memastikan setiap puntung benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Kondisi lapangan Birkdale sedang tidak bersahabat. Rumput di sepanjang fairway dan rough berwarna cokelat dan kering akibat suhu tinggi yang melanda wilayah Merseyside beberapa pekan terakhir. Situasi ini diperparah oleh serangkaian kebakaran hutan yang melanda berbagai daerah di Inggris, seperti Wales Utara, Derbyshire, Hampshire, hingga Sussex. Seorang pakar kebakaran bahkan menyebut risiko kebakaran nasional saat ini lebih tinggi dari sebelumnya.
“Saya pastikan puntung rokok benar-benar mati,” ujar Brown, yang juga menjadi pemimpin klasemen sementara putaran pertama The Open tahun lalu di Troon. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers usai putaran, di mana ia tampak sedikit malu mengakui kebiasaannya. Meski demikian, The R&A, badan penyelenggara turnamen, belum melarang merokok di lapangan. Imbauan yang diberikan hanya bersifat persuasif: semua pemain, staf, dan penonton diminta membuang rokok dengan aman.
Fenomena pegolf yang merokok di lapangan sebenarnya bukan hal baru. Nama-nama seperti John Daly, Miguel Angel Jimenez, dan Charley Hull dikenal sebagai perokok aktif di sela-sela permainan. Brown sendiri mengaku mulai merokok setelah sebelumnya meminta ayahnya berhenti. “Ironis, ya,” katanya sambil tersenyum. Namun, di balik kebiasaan kontroversial itu, Brown justru tampil tenang dan fokus. Ia bangkit setelah kehilangan satu pukulan di hole ke-4, lalu mencatat birdie di hole ke-8 dan ke-9, serta lima birdie tambahan di sembilan hole terakhir.
Skor 66 membuatnya sejajar dengan Im Sung-jae dari Korea Selatan di puncak klasemen sementara pagi hari. Namun, Jackson Suber dari Amerika Serikat yang bermain pada sesi siang dengan kondisi angin lebih kencang berhasil menyalip dengan skor 67 (5 under par). Persaingan masih terbuka lebar, dan Brown harus menjaga konsentrasi tanpa membiarkan kebiasaannya mengganggu performa.
Bagi penggemar golf Indonesia, kisah Brown menjadi pengingat bahwa tekanan di turnamen besar bisa memicu kebiasaan tak terduga. Meski merokok di lapangan golf bukan pemandangan asing, risiko kebakaran akibat kelalaian kecil bisa berakibat fatal—terutama di tengah cuaca ekstrem yang kian sering terjadi. Akankah The R&A akhirnya memberlakukan larangan merokok di edisi mendatang? Atau justru para pegolf akan semakin kreatif menyembunyikan kebiasaan mereka?



