Misteri Harta Warisan Aktris Lilo & Stitch yang Hidup Terlantar: US$400.000 Tanpa Wasiat
Baca dalam 60 detik
- Daveigh Chase, pengisi suara Lilo dan bintang The Ring, meninggal pada Juni 2026 dalam kondisi tunawisma, namun meninggalkan harta senilai US$400.000.
- Ibunya mengajukan permohonan menjadi administrator warisan ke pengadilan Los Angeles, karena Chase tidak meninggalkan wasiat, tidak menikah, dan tidak memiliki anak.
- Kasus ini memicu diskusi tentang perlindungan aset bagi artis yang rentan, relevan dengan industri hiburan Indonesia yang kerap abai pada kesejahteraan jangka panjang pekerja kreatif.

Daveigh Chase, aktris yang namanya melekat lewat suara Lilo di film animasi Disney Lilo & Stitch dan sosok mengerikan Samara dalam horor The Ring, meninggal dunia pada 16 Juni 2026 di usia 35 tahun. Namun, di balik kabar duka itu, muncul kejutan: meski tahun-tahun terakhirnya dihabiskan di jalanan, Chase ternyata meninggalkan harta senilai US$400.000 atau sekitar Rp6,4 miliar.
Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh US Weekly, ibunda Chase, Cathy Chase, telah mengajukan permohonan kepada Pengadilan Tinggi Los Angeles untuk ditunjuk sebagai administrator harta warisan. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Chase tidak meninggalkan wasiat, tidak menikah, dan tidak memiliki anak. Cathy juga mencantumkan ayah Chase, John Schwallier, sebagai calon “ahli waris,” dengan catatan bahwa ia memiliki properti di Las Vegas dan saat ini tinggal di Filipina tanpa alamat jelas.
Sidang probate (pengurusan warisan) dijadwalkan pada 12 Agustus mendatang. Sementara itu, Cathy meminta pengadilan menyetujui jaminan sebesar US$400.000—jumlah yang sama dengan nilai total harta warisan. Langkah ini lazim dalam proses probate untuk melindungi aset selama masa transisi.
Kontras antara kekayaan yang ditinggalkan dan kondisi hidup Chase sebelum meninggal menjadi sorotan. Ayahnya, John Schwallier, mengungkapkan kepada media bahwa putrinya telah hidup di jalanan, tinggal di RV di kawasan kumuh (skid row), tidak jauh dari rumah sakit tempat ia menghembuskan napas terakhir. Laporan pemeriksa medis Los Angeles menyebutkan penyebab utama kematian adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), dengan penyalahgunaan obat campuran sebagai faktor pendukung.
Chase mulai dikenal luas setelah mengisi suara Lilo dalam film animasi Disney tahun 2002, lalu memerankan Samara Morgan yang ikonik dalam The Ring di tahun yang sama. Namun, popularitasnya meredup. Ia berhenti akting pada 2016, tahun yang sama dengan perilisan dua film terakhirnya, American Romance dan Jack Goes Home. Setelah itu, ia nyaris menghilang dari sorotan publik.
Pada 2017, namanya kembali muncul ke permukaan karena masalah hukum. Chase ditangkap setelah dituduh meninggalkan lokasi kejadian saat seorang pria sekarat di luar rumah sakit. Meski tidak diduga terlibat dalam kematian pria tersebut, ia saat itu memiliki surat perintah penangkapan yang masih berlaku.
“Ia hidup di jalanan, tidak jauh dari rumah sakit tempat ia meninggal,” kata John Schwallier, ayah Daveigh Chase, kepada wartawan.
Kisah Chase menjadi pengingat pahit tentang kerentanan pekerja hiburan, terutama mereka yang meraih ketenaran di usia muda. Di Indonesia, fenomena serupa kerap terjadi: artis yang sempat bersinar kemudian menghilang dan menghadapi masalah keuangan atau kesehatan tanpa jaringan pengaman. Minimnya literasi keuangan dan perlindungan hukum bagi pekerja kreatif menjadi celah yang perlu diperhatikan.
Warisan Chase yang cukup besar tanpa wasiat juga membuka pertanyaan tentang perencanaan estate di kalangan selebriti. Di Amerika Serikat, proses probate bisa memakan waktu dan biaya, apalagi jika ada potensi sengketa antara ahli waris. Dalam kasus ini, keberadaan ayah yang tinggal di luar negeri dengan alamat tak jelas bisa memperumit distribusi aset.
Ke depan, sidang probate pada Agustus akan menjadi penentu: apakah Cathy Chase resmi menjadi administrator, dan bagaimana harta tersebut akan dibagi. Kasus ini juga mendorong diskusi tentang pentingnya wasiat dan perlindungan aset bagi para pekerja seni, baik di Hollywood maupun di industri hiburan Tanah Air.



