Cemburu Buta Berujung Maut: WN Singapura Cekik Pacar di Bali, Jasad Ditutupi Boneka
Baca dalam 60 detik
- Seorang WNA Singapura berinisial MZ ditangkap polisi setelah mencekik pacarnya hingga tewas di sebuah kos di Denpasar Selatan.
- Motif pembunuhan diduga karena sakit hati akibat perselingkuhan, dan pelaku telah overstay di Bali sejak 2025.
- Jenazah korban ditemukan dalam kondisi membusuk setelah adiknya mencium bau menyengat dan melihat boneka menutupi tubuh korban.

Kepolisian Polresta Denpasar meringkus seorang warga negara Singapura berinisial MZ (26) pada Rabu (15/7) malam, kurang dari tiga jam setelah jasad kekasihnya ditemukan tewas di dalam kamar kos di kawasan Pedungan, Denpasar Selatan. Perempuan berusia 26 tahun asal Tegal, Jawa Tengah itu tewas akibat cekikan yang berlangsung sekitar 15 menit.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D Simatupang mengungkapkan bahwa MZ diamankan di Jalan Bypass Ngurah Rai saat mencoba melarikan diri ke arah Sanur. โPelaku melakukan penganiayaan dengan pencekikan terhadap korban kurang lebih 15 menit,โ ujarnya, Kamis (16/7). Penangkapan melibatkan tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Polsek Denpasar Selatan.
Korban dan pelaku diketahui telah menjalin hubungan asmara selama satu tahun. Namun, hubungan itu diwarnai konflik. Menurut keterangan saksi, korban pernah dua kali bertengkar hebat dengan MZ karena pelaku ketahuan berselingkuh. Motif sementara yang diperoleh polisi adalah sakit hati. โDari hasil interogasi, motifnya karena sakit hati akibat hubungan asmara,โ kata Kombes Simatupang.
Fakta lain yang mengejutkan, MZ ternyata sudah overstay atau tinggal melebihi izin tinggal di Bali sejak tahun 2025. Ia datang ke Pulau Dewata untuk berwisata dan kemudian menetap tanpa dokumen yang sah. Hal ini menambah persoalan hukum yang dihadapi warga negara Singapura tersebut.
Kronologi penemuan jasad bermula saat adik korban, RA, mendatangi kos karena tidak bisa menghubungi kakaknya. Sesampainya di lokasi, RA mencium bau busuk menyengat. Saat membuka pintu kamar, ia melihat rambut dan badan korban tertutup boneka mainan. Tak lama kemudian, MZ keluar dari kamar sebelah. RA sempat bertanya di mana kakaknya, namun MZ tidak menjawab dan langsung pergi mengendarai sepeda motor setelah dipukul helm oleh RA.
Saksi lain, DP, seorang perempuan yang baru tiga hari berpacaran dengan MZ, mengaku diajak menginap di kos tersebut pada Sabtu (11/7) malam. Ia mencium bau tidak sedap, tetapi tidak bertanya. Ketika menanyakan hal itu pada Selasa (14/7), MZ marah dan memukul tembok. Pengelola kos, MA, menyatakan bahwa korban dan pelaku tinggal bersama sejak Maret 2025.
Jenazah korban ditemukan dalam kondisi membusuk dengan kulit ari mengelupas, tanpa luka terbuka. Polisi mengevakuasi jasad ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar untuk menjalani otopsi. Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya kekerasan dalam hubungan asmara, terutama yang dipicu kecemburuan. Pertanyaan yang tersisa: bagaimana pengawasan terhadap WNA overstay bisa luput hingga terjadi tragedi seperti ini?



