Sam Neill Meninggal karena Pneumonia, Sempat Kalahkan Kanker Langka
Baca dalam 60 detik
- Aktor 'Jurassic Park' Sam Neill meninggal akibat pneumonia di Sydney, setelah sebelumnya berhasil sembuh dari limfoma langka melalui terapi CAR-T.
- Keluarga akan menggelar peringatan pribadi di peternakannya di Selandia Baru, sesuai dengan sifat Neill yang sangat menjaga privasi.
- Neill meninggalkan warisan film ikonik dan kontribusi di dunia anggur, serta dikenang sebagai sosok rendah hati oleh rekan sejawat.

Aktor legendaris Sam Neill, yang namanya melekat berkat perannya sebagai Dr. Alan Grant dalam waralaba Jurassic Park, meninggal dunia akibat pneumonia di Sydney, Australia. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh agennya, Philip Grenz, setelah sebelumnya keluarga mengumumkan kepergian Neill pada Senin lalu.
Grenz menyampaikan bahwa Neill sempat berjuang melawan limfoma sel T angioimunoblastik, jenis kanker langka yang termasuk dalam limfoma non-Hodgkin. Berkat terapi inovatif CAR-T—sebuah imunoterapi yang memodifikasi sel T pasien—Neill dinyatakan bebas kanker pada April tahun ini. Namun, komplikasi pneumonia kemudian merenggut nyawanya. "Sam wafat karena pneumonia. Sebelum jatuh sakit, ia dengan gagah berani melawan dan mengalahkan limfoma melalui terapi CAR-T," ujar Grenz dalam pernyataannya kepada Associated Press.
Kepergian Neill mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia masih aktif berkarya. Dalam setahun terakhir, ia menyelesaikan empat proyek film yang dijadwalkan rilis dalam beberapa bulan ke depan. Grenz menambahkan bahwa Neill adalah pribadi yang sangat menjaga privasi dan tidak suka keramaian. Oleh karena itu, keluarga akan mengadakan upacara peringatan pribadi di peternakannya di Selandia Baru pada waktu yang belum ditentukan.
Dunia perfilman internasional pun memberikan penghormatan. Sutradara Steven Spielberg, yang menyutradarai Jurassic Park pertama, mengenang Neill sebagai aktor yang sangat kolaboratif. "Saya sangat menikmati membuat semua film Jurassic bersamanya. Bersama Laura Dern dan Jeff Goldblum, kami akan selalu menjadi keluarga Jurassic. Sam tidak akan pernah dilupakan oleh kami atau jutaan penggemarnya di seluruh dunia," kata Spielberg. Sutradara asal Selandia Baru, Taika Waititi, yang pernah mengarahkan Neill dalam Hunt for the Wilderpeople, juga menyampaikan duka mendalam di Instagram.
Bagi publik Indonesia, Neill mungkin lebih dikenal lewat perannya sebagai paleontolog dalam Jurassic Park yang tayang di bioskop tanah air pada era 1990-an dan sering diputar ulang di televisi. Film-filmnya seperti The Piano dan The Hunt for Red October juga memiliki basis penggemar di Indonesia. Kepergiannya menjadi pengingat akan pentingnya deteksi dini dan akses terhadap terapi kanker mutakhir, yang masih menjadi tantangan di banyak negara termasuk Indonesia.
Di luar layar lebar, Neill juga dikenal sebagai pekebun anggur sukses melalui merek Two Paddocks, yang memproduksi pinot noir dan riesling dari kebunnya di Otago Tengah, Selandia Baru. Ia meninggalkan empat anak dan delapan cucu. Dengan kepergiannya, industri perfilman kehilangan salah satu bintang yang tidak hanya berbakat, tetapi juga rendah hati dan dekat dengan komunitas. Pertanyaan yang kini mengemuka: bagaimana warisan film-film terakhirnya akan diterima oleh publik?



