Museum Anpanman Sendai Tembus 5 Juta Pengunjung, Simbol Pemulihan Pasca-Gempa
Baca dalam 60 detik
- Museum Anpanman di Sendai, Jepang, mencatatkan 5 juta pengunjung berbayar pada 15 Juli, 15 tahun setelah dibuka pasca-gempa 2011.
- Fasilitas ini menjadi satu-satunya museum Anpanman di wilayah Tohoku dan terus menyebarkan pesan cinta serta keberanian kepada anak-anak.
- Pengelola menargetkan konten baru yang pertama di Jepang pada peringatan 20 tahun museum di 2031.

Museum Anak Anpanman Sendai, sebuah taman tema di timur laut Jepang, mencapai tonggak sejarah pada 15 Juli 2026 dengan mencatatkan 5 juta pengunjung berbayar. Capaian ini diraih lebih dari 15 tahun setelah fasilitas tersebut dibuka, hanya empat bulan pasca-Gempa Bumi Besar Jepang Timur 2011.
Sejak beroperasi pada Juli 2011, museum yang terletak di Distrik Miyagino, Sendai, ini konsisten membawa misi menyebarkan "cinta dan keberanian" kepada anak-anak di wilayah terdampak bencana. Pengunjung ke-5 juta adalah Miyuki Iwabuchi (43) dan putrinya, Konoka (3), dari Kota Taiwa, Prefektur Miyagi. Mereka mendapat hadiah berupa tiket masuk tahunan dan boneka Anpanman serta Baikinman. Konoka mengaku senang bertemu langsung dengan karakter favoritnya, Anpanman, yang digambarkannya "keren".
Museum ini awalnya dijadwalkan buka pada April 2011, tetapi tertunda akibat gempa dahsyat Maret 2011. Fasilitas ini merupakan satu dari lima museum Anpanman di Jepang dan satu-satunya di kawasan Tohoku. Daya tarik utamanya adalah area imersif seperti "Bukit Pabrik Roti", tempat tinggal Uncle Jam, serta acara temu sapa karakter dan pertunjukan panggung langsung.
Dalam konteks Indonesia, keberhasilan museum ini bisa menjadi inspirasi bagi pengelola taman tema lokal, terutama dalam membangun daya tarik berbasis karakter lokal yang kuat. Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan destinasi serupa dengan mengusung tokoh kartun atau cerita rakyat, mengingat antusiasme masyarakat terhadap konten animasi dan karakter. Selain itu, museum ini menunjukkan bagaimana fasilitas rekreasi dapat berperan dalam pemulihan psikologis pascabencana, sebuah pelajaran berharga bagi daerah rawan gempa di Indonesia.
Sekretaris Jenderal museum, Takashi Hayasaka, mengungkapkan bahwa pada peringatan 20 tahun di 2031, mereka berharap dapat menghadirkan konten baru yang pertama di Jepang. Sementara itu, Direktur Museum Chigusa Kizaki menekankan kekuatan fasilitas ini terletak pada interaksi akrab antara pengunjung dengan karakter dan staf. "Kami ingin membangun fasilitas yang menarik sehingga orang ingin berkunjung lagi," ujarnya.
Ke depan, museum ini menghadapi tantangan untuk terus berinovasi di tengah persaingan destinasi wisata keluarga. Akankah konten baru yang direncanakan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan pengunjung? Ataukah museum ini akan mengandalkan nostalgia untuk menarik generasi baru? Waktu yang akan menjawab, namun capaian 5 juta pengunjung menjadi bukti bahwa pesan cinta dan keberanian Anpanman tetap relevan.



