BN Hanya Usung 25 Kursi di Negeri Sembilan, Sisanya untuk 'Sahabat Terpercaya'
Baca dalam 60 detik
- Barisan Nasional hanya mencalonkan 25 dari 36 kursi DPRD Negeri Sembilan, menyisakan 11 kursi untuk calon dari partai yang disebut sebagai 'sahabat terpercaya'.
- Isyarat kerja sama antara UMNO dan PAS memicu ketegangan dalam Perikatan Nasional, dengan Bersatu memutuskan menggunakan logo sendiri dan mengancam tetap maju meski berhadapan dengan PAS.
- Pakatan Harapan telah mengumumkan calon untuk seluruh 36 kursi, sementara BN dan PN diperkirakan akan bertarung dalam koalisi longgar yang belum pasti.

Barisan Nasional (BN) hanya akan mencalonkan 25 dari 36 kursi dalam pemilihan negara bagian Negeri Sembilan yang digelar 1 Agustus mendatang, menyisakan 11 kursi tanpa calon sambil menunggu kesepakatan elektoral dengan ‘sahabat terpercaya’. Langkah ini mencuat di tengah sinyal terbaru dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS) yang menyatakan kesediaan bekerja sama dengan United Malays National Organisation (UMNO), tulang punggung BN.
Wakil Ketua BN Mohamad Hasan, yang akrab disapa Tok Mat, mengumumkan keputusan tersebut saat peluncuran calon BN di Seremban, Rabu (15/7). Ia mengatakan bahwa pengumuman untuk 11 kursi tersisa akan dilakukan oleh ‘pihak lain’ pada Kamis (16/7). Kursi yang dimaksud meliputi Klawang, Serting, Lobak, Sikamat, Ampangan, Bukit Kepayang, Mambau, Paroi, Lukut, Bagan Pinang, dan Gemas. “Kami bekerja dengan mitra terpercaya, insya Allah,” ujarnya seperti dikutip Berita Harian.
Langkah ini memperkuat spekulasi bahwa BN dan PAS akan membentuk kerja sama elektoral di Negeri Sembilan, setelah sebelumnya PAS secara terbuka mendukung BN di kursi yang tidak dicalonkan Perikatan Nasional (PN) pada pemilihan Johor. Presiden PAS Abdul Hadi Awang bahkan menyatakan siap menerima calon menteri besar dari UMNO jika kerja sama terwujud. Namun, Ketua UMNO Ahmad Zahid Hamidi sempat membantah adanya kerja sama dengan PAS untuk pemilihan Negeri Sembilan.
Ketegangan justru muncul di internal PN. Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) Muhyiddin Yassin mengumumkan bahwa partainya akan menggunakan logo sendiri, bukan logo PN, dalam pemilihan ini. Ia menuding PAS bergerak sendiri tanpa koordinasi dan mengecualikan Bersatu dari pembahasan alokasi kursi. “Bukan kami yang menginginkan ini. Bagaimana mungkin PN melawan PN? Itu tidak kami inginkan,” kata Muhyiddin, seraya menegaskan bahwa Bersatu tetap akan maju meski berhadapan dengan PAS.
Bersatu sebelumnya dijadwalkan menggelar pertemuan pada 12 Juli untuk membahas alokasi kursi, tetapi ditunda. Muhyiddin juga menyatakan bahwa posisi Bersatu di PN baru akan diputuskan setelah pemilihan 1 Agustus. Sementara itu, PN baru saja meresmikan Partai Wawasan Negara (Wawasan) sebagai anggota koalisi, yang diketuai mantan wakil presiden Bersatu Hamzah Zainuddin. Wawasan disebut akan bertarung di tiga atau empat kursi pada debut elektoralnya.
Di kubu Pakatan Harapan (PH), Perdana Menteri Anwar Ibrahim telah mengumumkan calon untuk seluruh 36 kursi. PKR akan bertarung di 16 kursi, DAP 11 kursi, dan Amanah 9 kursi. Menteri Perhubungan Anthony Loke akan mempertahankan kursi Chennah, sementara Penjabat Menteri Besar Aminuddin Harun pindah dari Sikamat ke Linggi. Pada pemilihan 2023, BN dan PH bertarung bersama di bawah bendera pemerintah persatuan.
Kondisi politik Negeri Sembilan saat ini menunjukkan fragmentasi yang rumit. PH dan BN sebelumnya membentuk pemerintahan koalisi dengan 17 kursi PH dan 14 kursi BN, sementara PN hanya memegang 5 kursi. Namun, dengan potensi kerja sama BN-PAS dan sikap independen Bersatu, peta kekuatan bisa berubah drastis. Partai Bersama Malaysia (Bersama) yang dipimpin Rafizi Ramli memutuskan tidak ikut serta setelah kekalahan telak di Johor, di mana semua 15 calonnya kehilangan deposit.
Pertarungan di Negeri Sembilan diperkirakan akan menjadi ujian bagi stabilitas koalisi di tingkat federal. Akankah BN dan PAS benar-benar bersatu, atau justru memicu perpecahan lebih dalam di PN? Jawabannya akan mulai terlihat setelah hari pemungutan suara pada 1 Agustus.



