Romero Balas Kritik Neville: 'Jangan Bodoh Menghakimi Pemain'
Baca dalam 60 detik
- Bek Argentina Cristian Romero menyebut komentar Gary Neville soal duetnya dengan Lisandro Martinez sebagai 'bodoh'.
- Neville sebelumnya menjuluki pasangan bek tengah Argentina itu sebagai 'yang terbaik sekaligus terburuk di dunia'.
- Romero dan Martinez membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026, membungkam kritik dengan performa di lapangan.

Bek tengah Argentina, Cristian Romero, melontarkan kritik pedas kepada mantan pemain Manchester United, Gary Neville, yang dinilainya 'bodoh' karena berani mengomentari duetnya bersama Lisandro Martinez. Pernyataan itu muncul setelah Neville menyebut pasangan bek timnas Argentina sebagai 'pasangan bek tengah terbaik sekaligus terburuk di dunia' jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris.
Dalam wawancara dengan DSports, Romero menegaskan bahwa kritik semacam itu tidak pantas dilontarkan oleh mantan pemain yang seharusnya memahami perjuangan seorang atlet. "Satu-satunya yang saya harapkan adalah ketika pensiun nanti, saya tidak sebodoh itu. Semoga saya tidak mengkritik pemain atau siapa pun," ujar bek Tottenham Hotspur tersebut. "Kami sudah memberikan yang terbaik untuk tim nasional. Kadang berhasil, kadang tidak, tapi kami bahagia bisa kembali ke final Piala Dunia."
Neville, yang kini menjadi pandit di ITV dan Sky, sebelumnya menyebut duet Romero-Martinez sebagai 'yang terbaik sekaligus terburuk' karena di satu sisi mereka agresif dan mencetak gol, namun di sisi lain kerap melakukan kesalahan yang berujung kebobolan. "Mereka seperti memberi gol setiap pertandingan, tapi Anda lihat mereka mencetak gol, menyundul bola—luar biasa. Saya menyebut mereka pasangan bek tengah terbaik sekaligus terburuk di dunia," kata Neville dalam podcast Overlap.
Martinez, rekan setim Romero di lini belakang Argentina, menanggapi kritik Neville dengan lebih tenang. Bek Manchester United itu mengatakan bahwa mereka sudah terbiasa dengan komentar miring. "Kami sudah biasa orang selalu membicarakan kami. Sepertinya mereka suka melakukannya, dan kami menjawab di lapangan, itu saja, selalu dengan rasa hormat," ujar Martinez. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa performa di lapangan adalah jawaban paling tepat atas segala kritik.
Komentar Neville muncul setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal yang berlangsung di Atlanta. Meski kedua bek tengah Argentina mendapat kartu kuning dalam laga sengit tersebut, mereka berhasil membatasi Inggris hanya dua tembakan tepat sasaran. Kemenangan ini membawa Argentina ke final melawan Spanyol, sekaligus memberi peluang untuk meraih gelar keempat mereka di ajang Piala Dunia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perseteruan verbal antara Romero dan Neville menjadi tontonan menarik yang menambah bumbu menjelang final Piala Dunia. Kritik Neville yang dianggap berlebihan justru memicu semangat juang Argentina, yang kini di atas kertas diunggulkan menghadapi Spanyol. Pertanyaan besarnya: mampukah duet Romero-Martinez membungkam keraguan Neville dengan membawa pulang trofi? Atau justru kritik itu terbukti benar saat mereka menghadapi lini serang Spanyol yang tajam?



