Nissan Suntik Mati Elgrand Lawan Dominasi Toyota di Segmen Minivan
Baca dalam 60 detik
- Nissan meluncurkan Elgrand generasi terbaru setelah 16 tahun, mengusung e-Power hybrid generasi ketiga dengan efisiensi bahan bakar 70% lebih baik.
- Harga mulai 6,9 juta yen (sekitar Rp 700 juta) menempatkan Elgrand di segmen premium, bersaing langsung dengan Toyota Alphard/Vellfire yang mendominasi pasar.
- Pemesanan awal mencapai 6.000 unit, namun tantangan berat menanti karena penjualan Elgrand sebelumnya hanya 1.426 unit vs 120.000 unit Toyota pada 2025.

Nissan Motor Co. resmi meluncurkan minivan Elgrand generasi terbaru di Jepang, Kamis (16/7/2026), sebagai upaya merebut kembali pangsa pasar yang dikuasai Toyota Motor Corp. di segmen kendaraan keluarga premium. Pembaruan pertama dalam 16 tahun ini menjadi penanda strategi Nissan untuk memperkuat posisinya di salah satu dari tiga pasar utama yang menjadi fokus perusahaan.
Generasi ketujuh Elgrand mengandalkan sistem hybrid e-Power generasi ketiga, di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik. Pendekatan ini memberikan efisiensi bahan bakar 16,8 kilometer per liter, meningkat 70% dibandingkan model sebelumnya. Dengan harga awal 6,9 juta yen (sekitar Rp 700 juta), Elgrand baru mengusung desain terinspirasi Jepang, termasuk gril bermotif kisi-kisi tradisional kumiko.
Nissan berencana menanamkan teknologi mengemudi berbasis kecerdasan buatan (AI) pada Elgrand pada akhir tahun fiskal 2027, serta memperluas lini model. Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan yang menjadikan Jepang sebagai salah satu dari tiga pasar kunci, selain Amerika Serikat dan China.
โDengan Elgrand baru, kami ingin membuat waktu perjalanan menjadi lebih kaya, nyaman, dan istimewa, bukan sekadar kendaraan untuk memindahkan orang dan barang,โ ujar Akira Sugimoto, eksekutif korporat Nissan yang bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan di Jepang, dalam acara peluncuran di Yokohama. Ia menambahkan, โPengalaman berkendara yang mulus, seolah-olah kendaraan melaju di atas rel, akan menjadi nilai dari minivan premium baru ini.โ
Namun, tantangan berat menanti. Di pasar minivan besar Jepang, Toyota menjual total sekitar 120.000 unit Alphard dan Vellfire pada 2025, sementara penjualan Elgrand hanya mencapai 1.426 unit. Angka ini menunjukkan betapa dominannya Toyota di segmen tersebut. Meskipun pemesanan awal Elgrand baru mencapai 6.000 unit, angka tersebut masih jauh dari capaian tahunan Toyota.
Bagi Indonesia, pasar minivan premium juga sangat kompetitif dengan Toyota Alphard sebagai pemimpin pasar. Kehadiran Elgrand anyar dengan teknologi hybrid dan desain khas Jepang bisa menjadi alternatif menarik, terutama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar lebih baik. Namun, harga yang setara dengan Alphard dan jaringan diler yang lebih terbatas menjadi hambatan. Nissan Indonesia belum mengonfirmasi apakah Elgrand baru akan diimpor, tetapi potensi pasar tetap ada mengingat minat terhadap kendaraan hybrid yang terus tumbuh.
Dengan target penjualan yang ambisius dan inovasi teknologi, Nissan berharap Elgrand dapat mengubah peta persaingan. Pertanyaannya, mampukah minivan lawas yang diperbarui ini menembus dominasi Toyota yang sudah mengakar kuat?



