Broadcom Terjepit: Lima Asosiasi Cloud Eropa Desak Sanksi Antimonopoli
Baca dalam 60 detik
- Lima kelompok bisnis cloud Eropa meminta regulator Uni Eropa segera menjatuhkan sanksi sementara terhadap Broadcom terkait praktik lisensi VMware.
- Mereka menuduh Broadcom menaikkan harga secara drastis dan mengecualikan ribuan penyedia layanan cloud dari ekosistem VMware.
- Broadcom membantah tuduhan tersebut dan menyebut kelompok itu didanai oleh pesaing besar seperti Microsoft dan Amazon.

Lima asosiasi bisnis cloud Eropa secara kolektif mendesak Komisi Eropa untuk segera mengambil tindakan sementara terhadap Broadcom, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, atas praktik lisensi perangkat lunak virtualisasi VMware yang dinilai merugikan persaingan. Langkah ini muncul setelah CISPE (Cloud Infrastructure Services Providers in Europe) sebelumnya mengajukan keluhan serupa pada Maret lalu.
CISPE, yang mewakili hampir 50 anggota termasuk Microsoft dan Amazon sebagai anggota asosiasi, menuduh Broadcom melakukan perubahan sepihak pada ekosistem penyedia layanan cloud VMware sejak akuisisi senilai 69 miliar dolar AS pada 2023. Perubahan itu disebut menyebabkan kenaikan harga berlipat ganda dan mempersulit ribuan penyedia layanan untuk mengakses platform virtualisasi tersebut.
Bergabungnya empat asosiasi lain โ Beltug (Belgia), Cigref (Prancis), VOICE (Jerman), dan CIO Platform Nederland (Belanda) โ memperkuat tekanan terhadap regulator. Dalam surat bersama tertanggal 10 Juli yang ditujukan kepada Kepala Antimonopoli Uni Eropa Teresa Ribera dan Kepala Teknologi Henna Virkkunen, mereka meminta masa transisi setidaknya tiga tahun sementara investigasi berlangsung. "Kami mendesak Anda, dengan cara yang paling tegas, untuk bertindak cepat dan menjatuhkan tindakan sementara sekarang," demikian pernyataan dalam surat tersebut.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat banyak perusahaan lokal menggunakan VMware untuk infrastruktur TI mereka. Jika praktik Broadcom dibiarkan, biaya lisensi yang melonjak dapat berdampak pada harga layanan cloud di dalam negeri. Regulator Indonesia, seperti KPPU, dapat menjadikan kasus ini sebagai referensi dalam mengawasi praktik akuisisi perusahaan teknologi global yang berpotensi monopoli.
Broadcom membantah tuduhan tersebut. Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa CISPE didanai oleh penyedia cloud besar (hyperscalers) yang tidak mewakili realitas pasar. "Kami terus berkomitmen untuk berinvestasi besar-besaran pada mitra penyedia layanan cloud VMware Eropa, membantu mereka menawarkan alternatif bagi hyperscalers," ujarnya. Komisi Eropa telah mengonfirmasi penerimaan surat tersebut dan sedang meninjau langkah selanjutnya.
Pertanyaan kunci kini adalah apakah Komisi Eropa akan mengambil tindakan sementara sebelum investigasi selesai, atau justru memberikan ruang bagi Broadcom untuk bernegosiasi. Keputusan ini akan menjadi preseden penting bagi regulasi akuisisi teknologi di era digital, termasuk bagaimana melindungi ekosistem kompetitif tanpa menghambat inovasi.



