Bullion Bank Nasional Kumpulkan 153 Ton Emas dalam Setahun, Jadi Bantalan Ekonomi
Baca dalam 60 detik
- Bank emas nasional yang dioperasikan Pegadaian dan BSI berhasil mengumpulkan 153 ton emas sejak Februari 2025.
- Akumulasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperdalam pasar keuangan domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi.
- Ke depan, pengembangan bullion bank akan diintegrasikan dengan transformasi digital dan ekonomi hijau sebagai mesin pertumbuhan baru.

Pemerintah melalui skema bullion bank nasional berhasil mengumpulkan 153 ton emas dalam waktu kurang dari satu setengah tahun sejak diluncurkan pada Februari 2025. Capaian ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, dalam Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Akumulasi emas tersebut berasal dari layanan yang dijalankan dua BUMN, yakni PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Ferry menegaskan bahwa bullion bank bukan sekadar instrumen investasi, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah gejolak global.
โSejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan,โ ujar Ferry dalam forum tersebut.
Langkah ini sejalan dengan reformasi sektor keuangan yang tengah digencarkan pemerintah. Selain membangun ekosistem emas batangan nasional, pemerintah juga mendorong penguatan tata kelola pasar keuangan, peningkatan transparansi, dan pendalaman pasar keuangan domestik. Reformasi dipercepat melalui pengembangan Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transactions), digitalisasi layanan keuangan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Di sektor riil, pemerintah juga memperkuat tata kelola sumber daya alam melalui revisi kebijakan devisa hasil ekspor. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan memastikan nilai tambah yang lebih optimal bagi perekonomian nasional. Ferry menambahkan bahwa ke depan, mesin-mesin pertumbuhan baru akan didorong oleh transformasi digital, ekonomi hijau, dan kecerdasan buatan (AI).
Indonesia juga terus memperluas kerja sama ekonomi internasional dengan berbagai forum global, seperti OECD, BRICS, ASEAN, dan IPEF. Menurut Ferry, tata kelola yang kuat menjadi kunci untuk membuka peluang investasi dan mengubah transformasi digital serta ekonomi hijau menjadi mesin pertumbuhan baru.
Bagi investor dan pelaku pasar di Indonesia, akumulasi emas sebesar 153 ton ini menunjukkan bahwa bullion bank mulai mendapat kepercayaan masyarakat. Ke depan, pengembangan lebih lanjut akan menentukan apakah instrumen ini mampu menjadi bantalan ekonomi yang andal, terutama di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi harga emas dunia.



