Buru Gelandang Baru, Manchester United Incar Eduardo Camavinga
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengalihkan target belanja ke lini tengah setelah gagal mendatangkan Ederson, dengan Eduardo Camavinga dan Manu Kone masuk daftar.
- Camavinga, gelandang Real Madrid, dinilai sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik dunia, namun ia enggan hengkang musim panas ini.
- Perbandingan statistik menunjukkan Camavinga unggul dalam tekel dan intersepsi, sementara Kone lebih menonjol dalam membawa bola ke sepertiga akhir.

Manchester United kembali memanaskan mesin transfer mereka dengan membidik gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, sebagai solusi jangka panjang di lini tengah. Langkah ini diambil setelah negosiasi untuk mendatangkan Ederson dari Atalanta menemui jalan buntu, memaksa Setan Merah memutar haluan ke sejumlah alternatif lain.
Kebutuhan akan gelandang baru semakin mendesak setelah cedera Manuel Ugarte dan kepergian Casemiro yang sudah di depan mata. Manajemen klub yang kini berada di bawah kendali INEOS harus merombak sektor tengah secara besar-besaran pada bursa transfer musim panas ini. Dua pemain, Andrey Santos dan Youri Tielemans, sudah diamankan, tetapi keduanya dinilai belum menjadi pengganti ideal untuk peran gelandang bertahan murni yang selama ini diisi Casemiro.
Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, nama Camavinga muncul dalam rapat internal United sebagai opsi bersama Manu Kone dari AS Roma. "Manchester United sedang mempertimbangkan beberapa opsi sebelum memutuskan pemain yang mereka inginkan. Opsi lain yang hanya disebutkan secara internal adalah Eduardo Camavinga," ujar Romano melalui kanal YouTube-nya. Ia menambahkan bahwa Camavinga adalah tipe gelandang bertahan yang bisa berlari, memberikan intensitas, dan fisik yang kuat โ persis yang dicari United.
Namun, Romano menegaskan bahwa Camavinga tidak ingin meninggalkan Real Madrid pada musim panas ini. Pemain berusia 23 tahun itu ingin terus menjadi bagian penting dari proyek Los Blancos di musim depan. "Kisah Camavinga hanya mungkin terjadi jika pemain memutuskan untuk pergi," imbuhnya. Meski demikian, situasi di Madrid bisa berubah tergantung pada kebijakan pelatih baru Jose Mourinho dan perpanjangan kontrak Aurelien Tchouameni yang mungkin memengaruhi masa depan Camavinga.
Perbandingan antara Camavinga dan Kone menunjukkan perbedaan kualitas yang signifikan. Camavinga, yang juga bisa bermain sebagai bek kiri, memiliki rekam jejak mentereng di level tertinggi. Sejak bergabung dengan Madrid pada 2021, ia telah mencatatkan 223 penampilan dan memenangkan dua Liga Champions. Sementara itu, Kone โ yang tampil impresif bersama Prancis di Piala Dunia 2026 dengan akurasi umpan 92% โ masih harus membuktikan diri di panggung Eropa. Meski Kone unggul dalam membawa bola (top 7% untuk carry ke sepertiga akhir), Camavinga lebih efektif sebagai perebut bola dan distributor umpan dari lini belakang.
Bagi Manchester United, mendatangkan Camavinga akan menjadi pernyataan ambisi yang jelas setelah dua rekrutan sebelumnya yang lebih bersifat fungsional. Namun, dengan keengganan pemain untuk pindah, United mungkin harus bersabar atau mengalihkan fokus penuh ke Kone. Skenario lain, jika Madrid membuka pintu, United harus bersaing dengan klub-klub elite lain yang juga membutuhkan gelandang bertahan. Pertanyaannya, mampukah INEOS meyakinkan Camavinga bahwa Old Trafford adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan kariernya, ataukah mereka harus puas dengan opsi kedua?



